Terkini.id – Pakar hukum pidana Suparji Ahmad menanggapi soal wafatnya Ustadz Maheer hingga ia dilaporkan ke Bareskrim Polri.
Novel Baswedan dilaporkan atas tuduhan provokasi atau hoaks.
Menanggapi hal itu, Suparji Ahmad menilai cuitan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan soal wafatnya Ustadz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata merupakan pendapat, bukan provokasi apalagi hoaks.
“Unsur hasutan dan provokasi tidak terpenuhi dari cuitan tersebut. Cuitan itu lebih kepada pandangan dan pendapat atas suatu peristiwa, yaitu terkait wafatnya Maaher At-Thuwailibi,” kata Suparji demikian dikutip dari suaracom, jaringan terkini.id, Sabtu 13 Februari 2021.
Ia meminta kepada masyarakat agar selektif dalam membuat laporan ke polisi.
- Cobig Tour Bantah Pernyataan Garuda Indonesia, Tegaskan Visa 361 Jamaah Umrah Sudah Terbit
- Hut Bhayangkara Ke-80, Polres Jeneponto Bagikan Bantuan, Waujudkan Kepolisian Hadir Di Hati Rakyat
- Wabup Gowa Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Sinergi Pemkab dan Polri
- Mulai Hari Ini, Harga BBM Nonsubsidi di Seluruh Wilayah Sulawesi Resmi Turun
- Disparpora Bulukumba Gandeng Tim Riset Ciputra Makassar Perkuat Strategi Pariwisata Berkelanjutan
Akademisi Universitas Al-Azhar Indonesia menyatakan jangan sampai setiap pendapat yang berseberangan selalu dilapor ke polisi karena perbedaan pandangan tidak bisa dihindari dalam demokrasi.
Ia mengatakan setiap kritik, pandangan, dan pendapat merupakan keniscayaan dalam demokrasi sehingga pendapat tidak dapat dikonstruksikan atau ditransformasikan menjadi hasutan atau penyebaran berita bohong.
“Selain itu, juga penyelesaian melalui mekanisme hukum pidana merupakan ‘ultimum remidium’ alias upaya pamungkas,” ujar Suparji.
Suparji juga meminta polisi dalam menanggapi laporan masyarakat perlu mengedepankan restorative justice dan mediasi penal.
Konsep presisi, kata dia, hendaknya dilaksanakan secara konsisten.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
