Gombal Luhut Agar Buka Peluang Capres 2024, Anis Mashduqi: Islam Tidak Menolak Kepemimpinan Non Muslim

Gombal Luhut Agar Buka Peluang Capres 2024, Anis Mashduqi: Islam Tidak Menolak Kepemimpinan Non Muslim

R
Muh Ikhsan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan tidak tertarik maju dalam Pilpres 2024.

Selain faktor usia, ia mengaku tahu diri bahwa kondisi saat ini hanya orang Jawa yang memungkinkan untuk jadi orang nomor satu di Indonesia.

“Bukan terkait dari ras atau agama, tapi rasanya tidak mungkin kalau bukan orang Jawa yang jadi presiden di republik ini, karena mayoritas penduduk di Indonesia ya orang Jawa,” kata Luhut seperti dikutip dari Suara.com, Selasa 18 Januari 2022.

Merespon pernyataan Luhut, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Anis Mashduqi mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Menteri kepercayaan Presiden Jokowi itu sebagai sikap rendah hati.

Anies menuturkan, meski Luhut bukan presiden, namun kualitasnya dalam menjalankan tugas serta kepemimpinannya sudah sebagaimana layaknya seorang presiden.

Baca Juga

“LBP rendah hati, walau mengaku tak tertarik jadi presiden, setahu saya track record beliau selama ini banyak dibicarakan orang, kualitas seorang presiden,” ujar Anis dikutip dari Rmol.id.

Terkait dengan peluang Luhut sebagai orang non Jawa, Ulama muda alumni Universitas Al-Azhar itu menjawab siapapun berhak menjadi presiden.

Kata Anis, argumentasi tentang latar belakang suku dan agama seorang pemimpin sudah tidak relevan. Menurutnya, seorang pemimpin haruslah diukur dari kualitas kemampuyan dan rekam jejak pengabdiannya.

“Tidak hanya LBP, tapi siapa saja yang memiliki kompetensi. Kita ini ber-Pancasila. Seorang presiden tidak diukur dari latarbelakang suku dan agamanya, tetapi kualitas pengabdiannya,” ujar Anies menerangkan.

Selain itu, Anis juga menyinggung terkait non Muslim boleh menjadi presiden di tengah mayoritas Muslim.

Argumentasi Anis, pada zaman Rasulullah SAW, nabi akhir zaman itu pernah mengajak para sahabat hijrah ke Habasyah yang notabene dipimpin oleh non Muslim.

“Kita juga merujuk pada perkembangan pemikiran Islam dunia, utamamya ulama Al-Azhar. Bagi mereka, Islam tidak menolak kepemimpinan non Muslim. Apalagi seperti kita, yang hidup di negara yang lebih plural,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.