Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean membela Luhut Binsar Pandjaitan terkait kritik yang ia terima setelah mengatakan bahwa pandemi terkendali.
Ferdinand menyindir orang yang mengkritik Luhut bahwa kualitas nalar dan otak setiap orang memang berbeda.
“Kualitas nalar dan otak setiap orang memang pasti berbeda, tidak sama setiap orang,” katanya melalui Facebook Ferdinand Hutahaean Activities pada Rabu, 14 Juli 2021.
Orang bernalar cekak, menurut Ferdinand, akan mengasumsikan bahwa kata “terkendali” berarti angka positif Covid langsung turun seperti main sulap begitu PPKM Darurat berjalan.
“Tapi bagi kualitas nalar dan otak yang cerdas, terancang dengan strategi dan taktis serta ada analisis prediktif dan target harian sampai kapan angka positif masih akan naik, kapan mulai flatt, landai, dan kapan mulai turun,” jelasnya.
- Pemerintah Sudah Larang Ekspor Bauksit, Sebentar Lagi Tembaga dan Timah
- Pelaku Ekspor Ilegal Nikel 5 Juta Ton Akhirnya Diungkap Luhut Panjaitan, Bukan dari Sulawesi
- Suasana Ruang Sidang Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut Binsar Mendadak Riuh
- Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan Soal OTT KPK Tuai Berbagai Tanggapan
- Luhut Binsar Pandjaitan Angkat Bicara Soal Pencabutan PPKM
Ferdinand melanjutkan bahwa hal yang sama juga berlaku untuk masalah angka kesembuhan.
“Kapan naik, kapan fasilitas kesehatan siap untuk menanggulangi kedaruratan, semua ada perhitungannya dan analisis prediktifnya yang disesuaikan dengan langkah strategis dan taktisnya,” katanya.
Menurut Ferdinand, sepanjang angka-angka itu sesuai dengan analisis prediktif, maka itu disebut terkendali.
Ia menyebut, tidak mungkin angka positif Covid langsung turun dalam 1 hari karena penyebarannya harus dilendalikan lewat penurunan aktivitas masyarakat.
Sebelumnya, Luhut sebagai Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mengatakan bahwa pandemi masih terkendali.
“Jadi yang bicara tidak terkendali itu bisa datang ke saya, nanti saya tunjukkin ke mukanya bahwa kita terkendali, jadi semua kita laksanakan,” kata Luhut pada Senin, 12 Juli 2021.
Pernyataan Luhut pun mendapat banyak kritikan dari berbagai kalangan. Salah satunya dari cendekiawan muslim, Ulil Abshar Abdalla.
“Dan kesalahan terbesar Luhut setelah diserahi kendali: mengatakan, pandemi sudah terkendali. Sementara kenyataan di lapangan parah sekali,” katanya melalui akun twitter Ulil pada Rabu, Juli 2021.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
