Gubernur Copot Salah Satu Kepala Dinas Sulsel, DPRD Jadikan Bahan Hak Angket

Tim hak angket DPRD Sulsel menyerahkan berkas pelanggaran yang diduga dilakukan oleh Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah dan wakilnya Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) ke Ketua DPRD Sulsel Moh Roem, Selasa 11 Juni 2019. /Nasruddin

Terkini.id — Tim hak angket DPRD Sulsel telah menyerahkan dokumen dugaan pelanggaran Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah dan wakilnya Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) ke Ketua DPRD Sulsel HM Roem, Selasa 11 Juni 2019.

Tim hak angket yang ikut menyerahkan berkas ke ketua DPRD diantaranya, Syaharuddin Alrif (Wakil Ketua DPRD dari Fraksi NasDem), Kadir Halid (Fraksi Golkar), Fachruddin Rangga (Golkar), Imbar Ismail (Hanura), Anas Hasan (Gerindra), Selle Ks Dalle (Demokrat) dan Jafar Sodding (PKS).

Setelah itu, tim hak angket akan menunggu jadwal rapat paripurna dengan agenda pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket.

Salah satu tim hak angket, Jafar Sodding mengatakan, pengajuan hak angket bukan berarti untuk menjatuhkan kepemimpinan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel.

Pengajuan hak angket dengan harapan roda pemerintahan Sulsel kedepan dapat berjalan dengan baik.

“Jadi kita ini mencoba melihat apa yang sesungguhnya terjadi di sana (Pemprov),” kata Jafar Sodding ditemui usai ikut menyetor dokumen dugaan pelanggaran Prof Andalan ke Ketua DPRD Sulsel HM Roem.

Jafar Sodding menilai, adanya dugaan pelanggaran prosedural yang dilakukan gubernur ketika mencopot salah satu kepala dinas lingkungan Pemprov Sulsel dan mengangkat seseorang menjadi kepala bidang.

“Jadi kita ini mencoba melihat sesungguhnya yang terjadi, mencopot satu kepala dinas itu harus diumumkan terlebih dahulu di media. Ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak benar, padahal mencopot sebuah OPD itu suatu hal yang sangat biasa sekali dan itu boleh berganti-ganti.

Toh kalau ada kesalahan kan ada mekanismenya, demikian juga sebaliknya. Betul bahwa gubernur itu punya hak prerogatif tapi harus mengedepankan hal yang ada di mekanisme, pencopotan dan pengangkatan itu ada mekanismenya,” ujarnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Sulsel

Demokrat Sulsel Tolak Wacana KLB

Terkini.id -- Partai Demokrat Sulsel memastikan menolak wacana Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang diusulkan sejumlah senior partai.KLB pertama kali muncul menyusul
News

PSBM ke-19 Siap Digelar, Inilah Jadwal Acaranya

Terkini.id,Makassar – Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) di Makassar kembali digelar. Pertemuan para pebisnis dan tokoh asal Sulawesi Selatan yang sukses baik dalam negeri maupun