Ketua Komisi D Sarankan Pemprov Sulsel Untuk Beli Lahan Bangun Rest Area

Darmawangsyah Muin.

Terkini.id — Pembangunan rest area di Kabupaten Barru dan Jeneponto sampai saat belum terealisasi.

Hal itu dikarenakan belum adanya lahan untuk memulai pembangunan rest area. Padahal anggaran siap untuk membangun dua titik rest area di Kabupaten Barru dan Jeneponto.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Darmawangsyah Muin membenarkan, alasan belum dibangun rest area di dua kabupaten tersebut karena belum adanya lahan yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten.

Olehnya itu, Politisi Partai Gerindra Sulsel ini menyarankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel agar pembelian lahan untuk membangun rest area.

“Kalau memang tidak ada lahan, sebaiknya Pemprov membeli lahan untuk bangun rest area. Karena kalau lahan disiapkan Pemda kabupaten, berarti itu sifatnya hibah atau pinjam pakai. Kalau kita beli aset kita bertambah,” ungkap Wawan sapaan akrab Darmawangsyah Muin ini, Senin 2 September 2019.

Wawan menambahkan, Komisi D bersedia membahas jika Pemprov Sulsel mengusulkan pembelian lahan untuk rest area.

Selain itu, Komisi D juga menegaskan tidak akan menambah anggaran pengadaan rest area jika dua rest area yang menjadi visi-misi gubernur belum terealisasi di dua kabupaten tersebut.

Komentar

Rekomendasi

Surya Paloh: Nurdin Abdullah Sosok Pemimpin yang Mendapatkan Dukungan Luas

Silaturahmi ke Gubernur dan Kejati Sulsel, PDIP Singgung Soal Pilkada 2020

Masuk Jajaran TGUPP Sulsel, M Roem: Gubernur Minta Untuk Kepentingan Rakyat

Tiga Politisi Masuk Dalam Jajaran TGUPP Sulsel

Gubernur Serahkan Lahan Untuk Kantor PDIP Sulsel di Jalan Karunrung

Wagub Hadiri Perayaan Akbar Hari Jadi Luwu Ke-752 dan Perlawanan Rakyat Luwu Ke-74

Pengemudi Online Minta Kenaikan Tarif, DPRD Dorong Pemprov Terbitkan Pergub

Amankan Aset Senilai Rp21 Triliun, Ketua KPK Apresiasi Pemprov Sulsel

Top, Kanwil BPN Sulawesi Selatan Sabet Penghargaan Kinerja Terbaik 2019

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar