Gubernur Enembe Masuk ke PNG Secara Ilegal, Mendagri: Sangat Memalukan

Terkini.id, Jayapura – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menegaskan bahwa tindakan Gubernur Papua, Lukas Enembe yang bepergian ke Papua Nugini (PNG) tanpa ijin adalah hal yang salah, meski alasan untuk berobat.

“Apa yang dilakukan Gubernur Papua adalah salah dan tidak benar walaupun alasannya berobat,” tegas Tito Karnavian, pada Senin, 5 April 2021, dilansir dari Antara News.

Menurut Tito, Lukas Enembe memang sempat menelpon sekembalinya ia dari PNG dan mengatakan bahwa kepergiannya adalah untuk berobat.

Baca Juga: Jokowi Bentuk Tim Seleksi Anggota KPU dan Bawaslu Periode 2022-2027,...

Namun, kata Tito, ia menyatakan apa yang dilakukan tetap salah karena tidak sesuai prosedur.

Tito menegaskan bahwa Mendagri tentu tidak melarang jika ada Kepala Daerah yang ingin berobat ke luar negeri asalkan sesuai prosedur.

Baca Juga: Pemerintah Usulkan Pemungutan Suara Pemilu 2024 Diundur, Said Didu: Ada-Ada...

“Kemendagri tidak pernah melarang kepala daerahnya untuk berobat termasuk bila tujuannya berobat ke luar negeri, namun harus sesuai prosedur yakni meminta ijin ke Kemendagri,” uhar Tito.

Walaupun mendesak, kata Tito, Lukas Enembe seharusnya bisa menelpon sebelum pergi. Adapun surat resmi nantinya dapat menyusul.

Sebelumnya, Lukas Enembe, Rabu, 31 Maret 2021 masuk ke PNG melalui jalan setapak dengan menggunakan ojek ke Wutung, kampung yang berbatasan dengan Skouw, Jayapura.

Baca Juga: Pemerintah Usulkan Pemungutan Suara Pemilu 2024 Diundur, Said Didu: Ada-Ada...

Karena tindakan ilegalnya, pemerintah PNG pun mendeportasi Enembe dengan dua pengikutnya.

Konsulat RI di Vanimo pun menggeluarkan surat pengganti laksana pasport (SPLP) sehingga Enembe dipulangkan melalui PLBN Skouw pada Jumat, 3 April 2021.

Terkait hal itu, Tito pun mengatakan bahwa ia akan menanyakan mengapa Enembe masuk ke PNG secara ilegal.

Tito menegaskan bahwa itu adalah hal yang sangat memalukan.

“Nanti saya akan menanyakan penyebab Gubernur Enembe pergi secara ilegal dalam pertemuan nanti karena itu sangat memalukan, ” ujarnya.

Bagikan