Gubernur Sulsel: Jangan Biarkan Petani Berteriak Minta Pupuk

Terkini.id — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah menyebut bahwa kunci kesejahteraan petani adalah memperbaiki manajemen pertanian. 

Di mana ketersediaan kebutuhan pertanian seperti, obat, pupuk dan benih. 

“Jangan nanti petani berteriak minta pupuk baru pupuk belum ada. Jadi kalau pemupukan itu harus tepat waktu, kalau lewat satu Minggu saja kasian hasil pertanian petani kita, karena itu tidak bisa terlambat,” jelas Nurdin Abdullah saat menerima Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi), di Rujab Gubernur Sulsel, Kamis 3 September 2020. 

Baca Juga: Bahas Keamanan dan Sinergitas Pembangunan, Pangdam Hasanuddin Temui Plt Gubernur...

Salah satu yang harus diperbaiki yakni menghadirkan benih dengan produksi tinggi dan umur pendek. 

Jadi selama ini pusat benih itu di Jember dan daerah lain di Jawa, sekarang Sulsel harus jadi sebagai daerah yang bisa menciptakan benih, dengan demikian bisa irit biaya bagi petani. 

Baca Juga: Sinergitas Pembangunan, Wali Kota Parepare Temui Plt Gubernur Sulsel

“Kita ciptakan benih umur pendek dan produksi tinggi. Bila ini berhasil kita bisa irit biaya bagi petani-petani kita. Bayangkan triliunan anggaran benih kita,” ujarnya.. 

 

Dirinya menceritakan di depan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia beberapa waktu lalu sempat menyampaikan kepada bapak Menteri Pertanian meminta untuk disupport penuh keinginan dirinya menjadikan Sulsel pusat pembibitan. 

Baca Juga: Pemprov Fokus Penyekatan Pembatasan di Mamminasata dan Pemudik Luar Sulsel

“Mohon saya di support, mau jadikan Sulsel untuk menjadi daerah pusat benih. Dan kita mau pabrik pupuk ada disini, bayangkan kalau masyarakyat mau pupuk sementara pupuk belum ada, nah kalau terlambat satu Minggu saja tidak ada apa-apanya karena sudah lewat,” urainya. 

 

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, pada awal-awal pandemi Covid-19 masuk di Indonesia kebingungan mencari masker dan APD. Ini baru Covid-19, lalu bagaimana kalau terjadi krisis pangan dunia, maka Sulsel akan menjadi krisis membawa berkah. 

“Karena kita ini harus bersyukur karena dianugerahi daerah dengan penghasil pertanian terbanyak. Harusnya Indonesia ini menjadi lumbung pangan dunia. Coba bayangkan kalau krisis pangan dunia. Makanya saya bilangan Sulsel ini harus bersyukur diberi daerah yang tidak dimiliki daerah lain,” tutupnya.

 

Sementara itu, Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Sulsel, Hasnawi Wahid mengaku, salah satu pencanangan dengan Pemprov Sulsel yakni akan bekerjasama dengan Perseroda Sulsel dalam mengelola hasil jagung di Sulsel. 

 

“Salah satu pencanangan pertama dengan bapak Gubernur adalah bagaimana untuk mensejahterakan khususnya petani jagung kita itu. Selama ini mengalami anjlok saat musim panen raya, pencanangan yang dilakukan bapak Gubernur adalah bekerjasama antara Perseroda dengan Perpadi yang memiliki sara dan prasarana yang sudah terbangun sudah sejak lama,” jelasnya. 

Sponsored by adnow
Bagikan