Gubernur Sulsel Minta Pendamping Desa Perhatikan Nasib Petani

hadir pada acara Sosialisasi Penggunaan Dana Desa Tahun 2019, di Hotel Claro Makassar, Selasa 2 April 2019. /Nasruddin

Terkini.id — Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah memberikan arahan kepada seluruh pendamping desa se-Sulsel yang hadir pada acara Sosialisasi Penggunaan Dana Desa Tahun 2019, di Hotel Claro Makassar, Selasa 2 April 2019.

Nurdin meminta agar pendamping desa dapat memperhatikan nasib petani, selain tugas utaman mendampingi pemerintahan desa.

“Pendamping desa harus peka melihat keadaan petani di desa masing-masing,” kata Nurdin Abdullah pada sambutannya di acara tersebut.

Nurdin Abdullah menambahkan, saat ini sudah menjadi gejala di Sulsel setiap panen raya tiba, harga hasil panen selalu menurun drastis.

“Fenomena saat ini adalah maraknya harga hasil pertanian yang turun di pasar. Jadi tolong ini dilakukan pengawalan ketat. Padahal kita ini bergerak di bidang pangan, yang namanya pangan tidak ada yang namanya tidak pernah tersimpan hasil panen,” harap Nurdin Abdullah di hadapan seluruh pendamping desa se-Sulsel.

Selain itu, lanjut Nurdin, angka Rp 270 triliun yang dikucurkan oleh pemerintah pusat, seharusnya anggaran dana desa sudah harus meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Sulsel.

“Seharusnya sudah merata kepada seluruh masyarakat Indonesia, tidak ada lagi diskriminasi anggaran dari pusat ke desa. Saya ingin meyakinkan kepada kita semua anggaran desa ini adalah jawaban untuk kesejahteraan masyarakat kita,”pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Sulsel

Kadis Kehutanan Sulsel Dapat Rapor Merah

Terkini.id -- Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah menyebut, Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan Provinsi Sulsel, Muhammad Tamzil layak mendapat rapor merah.Sebab saat Nurdin Abdullah melakukan
Sulsel

Wakil Gubernur Sulsel Pimpin Rakor Evaluasi SAKIP

Terkini.id -- Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka pelaksanaan evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) dan Reformasi