Terkini.id, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah melakukan peninjauan di Pasar Terong Makassar, sebagai salah satu lokasi rapid test yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar, Kamis 14 Mei 2020.
Rapid test massal akan terus dilakukan sebagai screening awal penyebaran virus Corona (COVID-19).
Gubernur Sulawesi Selatan yang didampingi pejabat terkait ikut menyaksikan proses rapid test bagi seluruh pedagang di Pasar Terong.
Sebelumnya, ia juga sudah melihat langsung proses rapid test massal di Pasar Sentral Makassar kemarin.
Menurut mantan Bupati Bantaeng dua periode ini, rapid test massal ini disamping untuk meminimalisir meluasnya virus Corona, juga sebagai upaya untuk pemetaan penyebaran virus Covid-19.
- Dirut Bulog Cek Harga Pangan di Pasar Terong Makassar, Pastikan Terkendali Sesuai HET dan HAP
- Warga Apresiasi Karya Bakti Kodim 1408/ Makassar, Pasar Terong Kini Lebih Bersih dan Tertata
- Munafri Arifuddin Pimpin 1.000 Personel Gabungan Ikuti Apel Karya Bakti Pembersihan Pasar Terong
- KPPU Pantau Harga Sembako di Pasar Tradisional Makassar: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir!
- Peringati HPSN 2024, PLN Indonesia Power UBP Tello Gelar Aksi Bersih di Pasar Terong
“Sekarang kita secara berbarengan ya, di samping kita melakukan PSBB, kita juga secara masif melakukan rapid test juga, PCR supaya kita cepat bisa memetakan,” ungkap Nurdin Abdullah usai meninjau proses rapid test, di Pasar Terong Makassar.
Ia menjelaskan, semua hasil rapid test massal yang dinyatakan reaktif akan diikutkan pada program wisata Covid-19.
Wisata Covid-19 ini dikemas melalui isolasi di hotel-hotel mewah dengan pilihan makanan bergizi dan didampingi tenaga medis. Serta paling penting ada tenaga gizi khusus mengatur menu makanan para peserta wisata Covid-19.
“Ada namanya program kita wisata Covid-19. Semua yang terjaring reaktif itu kita masukkan di wisata Covid-19, terutama yang tidak ada gejala,” ungkapnya.
Melalui program rapid test massal ini diharapkan bisa menjaring semua Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).
Kalau belum terjaring semua, akan sulit untuk memutuskan mata rantai penularan.
“Harapan kita kalau ini semua sudah terjaring ya tentu ada beberapa sektor-sektor yang mungkin sudah bisa kita longgarkan. Kalau ini belum, saya kira sulit, karena kita takut fase kedua,” bebernya.
“Makanya walaupun dia sudah mulai melandai, tapi kita harus pastikan bahwa tidak ada lagi OTG OPD yang terus berkeliaran. Mudah-mudahan ini hari ketiga dan terus kita lakukan,” lanjutnya.
Selain itu, Nurdin Abdullah berharap dengan semua langkah penanganan Covid-19 ini, bisa melahirkan formulasi yang tepat.
“Mudah-mudahan dalam beberapa hari kedepan kita sudah bisa melakukan formulasi yang tepat,” harapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
