Terkini.id, Jakarta – Gunakan PCR khusus deteksi varian Omicron, Kemenkes ungkap fungsi dan faedahnya. Kendati hanya memiliki laboratorium Whole Genom Squence (WGS) yang terbatas guna mendeteksi varian Omicron, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, Indonesia akan menggunakan PCR khusus.
Menurut Dante, PCR khusus tersebut memiliki metode deteksi virus yang lebih mutakhir, disebut dengan S-gene target failure (SGTF).
“SGTF akan mendeteksi dengan menggunakan PCR untuk menentukan probable Omicron, dengan mengetahui posisi khusus squencing DNA dan RNA (virus),” bebernya di Kampung GERMAS Pranggong, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat 10 Desember 2021.
Kemampuan tes PCR khusus itu, sebut Dante, mampu mendeteksi kemungkinan adanya bagian varian Omicron yang memiliki struktur DNA dan RNA virus ketimbang virus corona atau Covid-19 varian lainnya.
Wamenkes yang juga dokter spesialis penyakit dalam itu, menyebut Indonesia saat ini sudah bisa mengembangkan alat atau kit PCR khusus tersebut.
- Kasus COVID-19 Varian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia, Kemenkes Catat Mayoritas Pasien di Usia Produktif
- Omicron BA 4 dan BA 5 Beredar di Indonesia, Kemenkes: Mungkin Pertengahan Juli
- Pamer Strategi Gotong Royong Tangani Covid 19, Jokowi: Tidak Ada di Negara Lain
- Sebut Penangan Pandemi Varian Omicron Telah Terkendali, Luhut : Negara Tetangga Mengatakan Kita Memanipulasi Keterangan
- PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Simak Empat Kota yang Naik ke Level 4
Tidak tanggung-tanggung, Kemenkes sudah memiliki 30 kit PCR khusus untuk mendeteksi varian Omicron. Adapun per kitnya terdiri dari 124 alat, dan selanjutnya bakal terus diperbanyak ke depannya.
“Kita punya 3.000 lebih kit yang akan mengidentifikasi Omicron, dengan cara bukan WGS tetapi dengan RNA,” papar Dante.
Adapun kit PCR khusus tersebut akan fokus digunakan di bandara untuk mengetes pendatang dari luar negeri, yang berisiko membawa varian Omicron.
“Diutamakan pintu masuk negara, di Soetta kemudian e-ticketing, dan bandara lainnya kita melakukan metode SGTF tersebut,” imbuh Dante.
Seperti diketahui, banyak pakar mengkritisi kapasitas WGS Indonesia yang masih sangat terbatas. Selain itu, juga dianggap menyulitkan untuk mendeteksi varian baru virus corona di Indonesia.
WGS sendiri adalah kegiatan pengurutan genom atau struktur virus yang menyebar dan menginfeksi beberapa orang dalam satu wilayah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
