Guntur Romli: Polisi Harus Gerak Cepat, Usut Dugaan Kaitan Rizieq dengan ISIS

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli mendesak pihak kepolisian untuk bergerak cepat mengusut dugaan keterkaitan mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab dengan organisasi terosis, ISIS.

Selain itu, Guntur Romli meminta agar polisi mengusut kasus lama Rizieq Shihab, yakni soal dugaan chat mesum dengan seorang perempuan.

“Polisi harus gerak cepat, usut dugaan kaitan Rizieq dgn ISIS, selain kasus chat mesumnya @ListyoSigit P @DivHumas_Polri,” kata Guntur Romli melalui akun Twitter pribadinya pada Senin, 24 Januari 2022.

Baca Juga: Guntur Romli Sentil Massa Pendukung UAS: Tidak Hanya Singapore, Alam...

Bersama pernyataannya, Guntur Romli membagikan berita berjudul “Saksi Sebut Pembaiatan ISIS di Makassar yang Dihadiri Munarman Terpantik dari Ceramah Rizieq”.

Dalam artikel tersebut, diberitakan soal sidang perkara dugaan tindak pidana terorisme dengan terdakwa Munarman yang kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Senin, 24 Januari 2022.

Baca Juga: Guntur Romli Sindir UAS, Tifatul Sembiring: Asal Tahu Saja, Batam-Singapura...

Dilansir dari Kompas, agenda sidang kali ini adalah pemeriksaan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Seorang saksi berinisial AM menyebutkan bahwa acara pembaiatan anggota kelompok teroris ISIS di Makassar pada 24 Januari 2015 lalu terpantik dari ceramah yang disampaikan mantan pemimpin FPI.

Ia juga menyebutkan bahwa Munarman yang juga merupakan mantan sekretaris FPI hadir sebagai satu dari tiga pemateri dalam acara baiat berkedok seminar tersebut. 

Baca Juga: Guntur Romli Sindir UAS, Tifatul Sembiring: Asal Tahu Saja, Batam-Singapura...

“Ada tiga penceramah, kemudian ada baiat?” tanya majelis hakim kepada AM.

“Iya, Yang Mulia, yang mimpin baiat Ustaz Basri almarhum, Yang Mulia,” jawab AM.

Hakim kemudian bertanya, apakah AM melihat Munarman berbaiat dalam acara tersebut.

“Kalau melihat langsung tidak, karena yang ada di situ kita baiat massal, Yang Mulia,” jawab AM.

JPU kemudian ikut bertanya soal apa yang mendasari adanya pembaiatan tersebut.

AM pun mengungkapkan bahwa awalnya, ide itu tercetus saat perayaan ulang tahun FPI, 17 Agustus 2014. 

Dalam acara tersebut, berdasarkan penuturan AM, Rizieq Shihab berceramah tentang ISIS.

“Di situ diisi ceramah oleh imam besar kami Habib Rizieq, tentang ISIS, Yang Mulia. Jadi beliau sampaikan bahwa ISIS lahir karena kezaliman pemerintah,” ujar AM.

“Jadi kami dari laskar (FPI) Makassar, karena beliau sebagai imam besar kami, kami mengikuti dari instruksi beliau dari ceramah tersebut, Yang Mulia,” tambahnya.

Sebagai catatan, AM merupakan eks laskar FPI yang bergabung dengan “pasukan” tersebut sejak 2011. 

Adapun dalam acara pembaiatan di Makassar yang dihadiri Munarman, AM bertindak sebagai panitia.

Untuk diketahui, dalam kasus ini, Munarman didakwa tiga pasal, yakni Pasal 13 huruf c, Pasal 14 juncto Pasal 7, dan Pasal 15 juncto Pasal 7 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

“Munarman dan kawan-kawan merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk ancaman kekerasan, melakukan tindak pidana teroris dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan,” kata JPU saat membacakan dakwaan, 8 Desember 2021.

Munarman disebut telah terlibat dalam tindakan terorisme lantaran menghadiri sejumlah agenda pembaiatan anggota ISIS di Makassar, Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada 24-25 Januari dan 5 April 2015.

Bagikan