Pimpinan Khilafatul Muslimin Ternyata Residivis, Guntur Romli: Gak Tobat-Tobat, Seperti Rizieq, Imam Besarnya Anies

Pimpinan Khilafatul Muslimin Ternyata Residivis, Guntur Romli: Gak Tobat-Tobat, Seperti Rizieq, Imam Besarnya Anies

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohammad Guntur Romli berkomentar soal pimpinan Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja yang ternyata adalah seorang residivis.

Guntur Romli menilai, Abdul Qodir mirip dengan pendiri Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab yang juga beberapa kali masuk penjara.

“Residivis. Gak tobat-tobat. Masuk penjara berkali-kali. Seperti Rizieq Imam Besarnya Anies,” kata Guntur Romli melalui akun Twitter @GunRomli, seperti dikutip Terkini.id pada Rabu, 8 Juni 2022.

Sebaimana diketahu, Abdul Qadir Hasan Baraja ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa, 7 Juni 2022.

Penangkapan ini dilakukan tak lama setelah viral anggota-anggota Khilafatul Muslimin melakukan konvoi mempromosikan khilafah Islamiyah.

Baca Juga

Abdul Qadir Hasan Baraja sendiri ternyata bukan pertama kalinya ditangkap. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut, Baraja telah dua kali ditahan terkait terorisme.

“Pertama pada Januari 1979 berhubungan dengan Teror Warman, ditahan selama tiga tahun. Kemudian ditangkap dan ditahan kembali selama 13 tahun, berhubungan dengan kasus bom di Jawa Timur dan Borobudur pada awal tahun 1985,” kata Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen R Ahmad Nurwakhid pada Selasa, 31 Mei 2022.

Ahmad Nurwakhid mengatakan bahwa Khilafatul Muslimin memiliki visi dan ideologi perubahan sistem yang sangat rentan bermetamorfosa dalam gerakan teror.

“Lihatlah kasus penangkapan NAS tersangka teroris di Bekasi yang ditemukan di kontrakannya kardus berisi Khilafatul Muslimin dan logo bordir Khilafatul Muslimin,” kata Nurwakhid.

“Aspek ideologi sangat berbahaya dengan memiliki cita ideologi khilafah di Indonesia sebagaimana HTI, JI, JAD maupun jaringan terorisme lainnya,” sambungnya.

Nurwakhid mengatakan Khilafatul Muslimin mengaku tidak menentang Pancasila. Namun, menurutnya, Khilafatul Muslimin mengkafirkan sistem yang tak sesuai dengan pandangannya.

“Pengakuan mereka tidak bertentangan dengan Pancasila, namun ideologi mereka adalah mengkafirkan sistem yang tidak sesuai dengan pandangannya,” kata Nurwakhid.

Selain secara ideologis, Nurwakhird juga menilai Khilafaul Muslimin berbahaya dari sisi historis kelompok ini.

“Secara historis, pendiri gerakan ini sangat dekat dengan kelompok radikal seperti NII, MMI dan memiliki rekam jejak dalam kasus terorisme,” ungkapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.