Terkini.id, Jakarta – Ada beberapa pihak yang menyindir Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli yang dinilai mengatakan azan bertujuan untuk memanggil Tuhan, bukan manusia.
Guntur Romli pun menanggapi bahwa ucapan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas saja yang hanya berdurasi 3 menit bisa dipelintir, apalagi videonya yang berdurasi 11 menit.
“Ucapan Menag Gus Yaqut yg cuma 3 menit saja bisa mereka pelintir, gimana video saya yg 11 menit,” kata Guntur Romli melalui akun Twitter resminya pada Minggu, 27 Februari 2022.
“Bani Pelintir spesialis pelintiran kebencian, mereka tutup mata dan kuping pada Sugik Nur yang jelas-jelas campur adukkan adzan dengan gonggongan anjing,” sambungnya.
Bersama pernyataannya, Guntur membagikan cuitan mantan Juru Bicara (Jubir) PSI, Dedek Prayudi.
- Abu Janda Jadi Penjilat Prabowo, Guntur Romli Sebut Tidak Ada Makan Gratis
- Guntur Romli Sentil AHY Soal G20: Dia ini Dangkal Komennya
- Guntur Romli Sindir Buzzer Anies, Capres Nasdem Itu Dianggap Caper ke Gibran Buntut Tak Dapat Restu dari Jokowi
- Guntur Romli, 5 Alasan Koalisi Anies Baswedan Gagal Deklarasi
- Jusuf Kalla Sebut Semakin Anies Baswedan Direndahkan Maka Akan Semakin Populer
Dedek Prayudi juga menilai bahwa ucapan Guntur Romli dipelintir seolah mengatakan azan bertujuan memanggil Tuhan.
“Barusan nonton sampai tuntas video mas Guntur Romli yang berjudul ‘Tuhan Tidak Tuli, Pengeras Suara Buat Siapa?’,” kata Dedek Prayudi.
“Justru GR menegaskan adzan itu untuk manusia sebagai pengingat waktu Sholat. Tapi yang beredar di TL kok pelintiran seolah GR bilang sebaliknya?” sambungnya.
Sebelumnya, Guntur Romli juga mengunggah potongan videonya tersebut sebagai bukti bahwa ia tak mengatakan azan bertujuan memanggil Tuhan.
Dalam potongan video itu, Guntur Romli mengutip QS Al-A’raf 55 yang berbunyi, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
Berdasarkan ayat itu, Guntur Romli pun menyebut bahwa orang-orang yang bermain-main dengan kebisingan pengeras suara bisa disebut sebagai orang-orang yang melampaui batas.
“Karena itu, pengeras suara buat siapa? Tentu saja buat manusianya. Awalnya untuk mengetahui waktu shalat karena terkait dengan adzan,” kata Guntur Romli.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
