Terkini.id, Jakarta – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen atau yang akrab dipanggil Gus Nadir buka suara menanggapi polemik publik akibat cuitan dari Ferdinand Hutahaean.
Melalui cuitan pribadi di laman Twitternya, Gus Nadir heran mengapa orang seperti Ferdinand justru dipercaya dan dibela oleh barisan pendukung NKRI.
Pasalnya, kata dia, Ferdinand sempat berpindah haluan menjadi pencaci Jokowi dan berteman dengan orang yang mempolitisasi agama.
“Ferdinan itu dulu pendukung Jokowi di DKI. Terus jadi pencaci Jokowi di Pilpres n temenan sama mereka yg mempolitisasi agama. Eh sekarang balik jadi penjilat Jokowi. Org kayak gini malah dipercaya dan dibela sama barisan pro-NKRI,” cuit Gus Nadirs dalam akunnya yang bernama @na_dirs, Selasa 11 Januari 2022.
Ia pun menambahkan, jika suatu saat Ferdinand kembali jadi pencaci Jokowi maka semua orang pasti akan terkejut.
- Gus Nadir Sarankan Capres 2024 Tak Usah Pakai BuzzeRp
- Polri Tidak Akan Ungkap Motif Ferdy Sambo, Kiai NU: Kau yang Berjanji, Kau yang Mengingkari
- Polri Belum Ungkap Motif Pembunuhan Brigadir J, Gus Nadir: Apakah Motif Kembang Atau Polos
- Soal Ijab Kabul Bahasa Arab, Gus Nadir: Jangan Mengusik Agama Islam Karena Benci Anies
- Gus Nadir Sebut Tidak Ada Islamophobia: yang Ada Politisi Jualan Emosi Umat
“Besok2 dia balik caci Jokowi, kalian melongo😄,” tutupnya.
Cuitan Gus Nadir ini pun menarik perhatian dari netizen lainnya, tak terkecuali Humas Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya.
Mustofa lantas membagikan ulang cuitan Gus Nadir di laman Twitternya, lalu mengatakan jika netizen harusnya bersyukur bukan malah membela Ferdinand.
“Iya, sangat betul Kiai. Seharusnya mereka bersyukur. Jangan malah membela. 🤗,” tulis Mustofa.
Sementara itu, kini Ferdinand Hutahaean masih ditahan oleh Mabes Polri dengan status sebagai tersangka kasus penyebaran isu SARA yang diungkapkannya melalui media sosial.
Penahanan tersebut dilakukan setelah polisi melakukan pemeriksaan selama sekitar 11 jam dan menetapkan Ferdinand menjadi tersangka.
“Untuk tindak lanjut penyidikan, penyidik melakukan proses penangkapan dan dilanjutkan penahanan,” kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Lobi Bareskrim Polri, Jakarta, Senin 10 Januari lalu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
