Terkini.id, Jakarta – Akibat kemunculan Front Persaudaraan Islam (FPI) Reborn yang kian terang-terangan mendeklarasikan dukungan untuk Anies Baswedan semakin menuai sorotan berbagai pihak.
Hal tersebut terlihat saat Habib Husin Shihab seorang pegiat media sosial turut buka suara melaui sebuah cuitan di akun media sosial twitter miliknya.
Dalam cuitannya, Habib Husin tampak menyinggung kehadiran FPI Reborn dengan menyebutkan gerakan tersebut dari FPI palsu.
Selain dari itu, Husin Shihab bahkan menilai bahwa, ada percobaan menutup aib dari FPI terhadap gerakan demo yang dibuat FPI Reborn.
Hal tersebut diungkapkan karena FPI tak mengakui para pendemo yang turun aksi untuk mendukung Anies Baswedan pada Pemilihan Presiden (Pilpres 2024) mendatang.
- Soal FPI Reborn Dukung Anies Jadi Pilpres, Adib Miftahul Sebut Potensi Polarisasi Jalannya Pilpres 2019 Silam!
- Polisi Sebut Aksi FPI Reborn Tak Berizin, Politisi Demokrat: Buka Borok Sendiri
- FPI Reborn-Eks HTI Hebohkan Publik, Musni Umar Sebut Rekayasa Politik: Berbagai Cara Dilakukan untuk Rusak Citra Positif Anies
- Wakil Ketua LBPH PBNU Diduga Terlibat Dalam Aksi Menjatuhkan Anies Baswedan
- Heboh FPI Reborn, Ustad Felix Siauw: Makanya Kalau Konpers Itu, Briefing Dulu
“Mereka sedang mencoba menutupi aib FPI dengan tidak mengakui simpatisannya yg dapat orderan turun ke jalan dukung Anies di 2024,” cuitan Husin Shihab pada akun Twitter @HusinShihab. Rabu, 8 Juni 2022.
Habib Husin Shihab mengatakan bahwa FPI menyangkal kabar tersebut dengan mebawa-bawa alasan islamophobia.
“Dan lagi-lagi rezim ini dikambinghitamkan. Mereka yg doyan menunggani Islam kok bawa-bawa isu Islamphobia?,” lanjutnya.
Lantas terkait hal tersebut, beberapa netizen pun tutur berkomentar beragam.
“Kenapa hal seperti ini justru dibiarkan terjadi berulang ulang jika hasilnya adalah hal yang negatif ? Karena demo seperti ini sering kali terjadi,” tutur @eko***.
“Kalau memang itu FPI, HTI beneran kenapa tidak ditangkap, kecuali kalau siluman memang ga mungkin ditangkap atau jngan jangan ini HOAX lagi kaya kasus Madura,” tulis @sup***.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
