Zen Assegaf Alias Habib Kribo Soroti Hubungan SBY dan Buya Syafii Maarif

Terkini.id, Jakarta – Zen Assegaf alias Habib Kribo turut memberikan tanggapannya soal berita meninggalnya Tokoh Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif.

Dilansir dari hops.id, Sabtu 28 Mei 2022, Habib Kribo menghubungkan meninggalnya salah satu tokoh agama yang dihormati di Indonesia tersebut dengan mantan presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut penilaian Habib Kribo, ada yang janggal dalam kepergian sosok tokoh agama yang dihargai dari seluruh berbagai macam kepercayaan di Indonesia ini.

Baca Juga: Sebut Kelakuan Anies dan Pendukungnya Menjijikan, Habib Kribo: Serasa Pilpres...

Seluruh pejabat tinggi dan tokoh terkenal datang ke acara pemakaman Buya Syafii Maarif yang disemayamkan di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta pada Jumat 27 Mei 2022 kemarin.

Namun sosok Mantan Presiden Republik Indonesia, SBY tidak sama sekali kelihatan dan bahkan tidak mengucapkan rasa bela sungkawa terhadap Buya Syafii Maarif.

Baca Juga: Capres 2024, Sekjen PKS: Coba-Coba PKS dan PKB Membuat Alur...

Habib Kribo berujar bahwa alasan SBY tidak mengucapkan bela sungkawa karena keduanya hingga saat ini memiliki hubungan yang kurang harmonis.

Lewat akun media sosial Instagram pribadinya @habibkribo_official, dirinya menunggah foto judul situs berita tentang hubungan SBY dan Buya Syafii Maarif.

Menurut gambar yang diunggah oleh Habib Kribo tersebut, kesannya dirinya membenarkan tentang hubungan yang kurang baik antara SBY dan Buya Syafii Maarif.

Baca Juga: Capres 2024, Sekjen PKS: Coba-Coba PKS dan PKB Membuat Alur...

Lebih lanjut lagi, Habib Kribo juga menulis perkataan yang berbunyi ‘Orang klo punya niat buruk dijauhkan dari orang baik.’

Sebagai informasi, Buya Syafii Maarif pernah memberikan pernyataan tentang hubungan dirinya dengan SBY pada 4 Desember 2011.

Kala itu Buya Syafii Maarif memang membenarkan bahwa SBY tidak pernah lagi menyapanya karena sebuah ucapan yang dilontarkan oleh Tokoh Muhammadiyah ini kepada SBY yang saat itu sedang menjabat sebagai presiden Indonesia.

Buya Syafii Maarif menceritakan bahwa pada saat SBY menjadi orang nomor satu di Indonesia dan Jusuf Kalla menjadi orang nomor dua, dirinya menyatakan bahwa presiden Indonesia yang sebenarnya adalah Jusuf Kalla bukan SBY.

Perkataan ini diduga menyakiti perasaan SBY sehingga Buya Syafii Maarif dengan suami dari Ani Yudhoyono tersebut tidak pernah bertegur sapa lagi.

“Waktu itu (November 2008) saya memang kurang ajar. Yang presiden SBY tapi saya bilang Wapres Jusuf Kalla adalah the real president atau presiden sebenarnya. Tetapi memang JK sering buat gebrakan. Itu yang tidak enak didengar sehingga presiden marah luar biasa,” ucap Buya Syafii Maarif, dikutip dari tribunnews.com, Sabtu 28 Mei 2022.

Namun disisi lain, Buya Syafii Maarif menolak kalau dianggap dirinya sedang berseteru dengan SBY. 

Buya Syafii Maarif menilai SBY sedang marah dan ia akan menunggu SBY untuk menenangkan perasaannya terlebih dahulu sebelum nanti waktunya mereka berdua bisa berbincang bersama lagi.

“Saya tidak berseteru dengan SBY, hanya memang masih menunggu waktu untuk cooling down. Kalau seandainya diajak ketemu empat mata, saya bersedia kok, asal jangan ketemu ramai-ramai. Mungkin SBY memandang masih belum perlu ketemu saya saat ini,” pungkasnya.

Bagikan