Habib Rizieq Bebas Hari Ini, Sekjen Jokpro: Semoga Masyarakat Tidak Semakin Terbelah

Habib Rizieq Bebas Hari Ini, Sekjen Jokpro: Semoga Masyarakat Tidak Semakin Terbelah

R
Tegar Surya
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta-Mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab, mendapat pembebasan bersyarat hari ini, Rabu 20 Juli 2022.

Ini disampaikan oleh Koordinator Humas dan Protokol Direktorat Jenderal PAS Kemenkumham Rika Aprianti.

Menanggapi bebasnya Rizieq Shihab, Sekretariat Jenderal (Sekjen Jokpro) Timothy Ivan berharap bahwa kebebasan Habib Rizieq dapat memiliki dampak positif pada bangsa dan negara.

“Ya tentu kebebasan beliau hari ini pasti kan ditunggu-tunggu oleh umat atau jamaahnya beliau. Kalau saya sih berharap dengan bebasnya beliau, semakin banyak dampak positif yang dapat beliau berikan bagi bangsa dan negara. Tentu, semuanya harus sesuai dengan koridor hukum positif di Indonesia,” kata Timothy melalui keterangan tertulis, Rabu 20 Juli 2022, dikutip dari tribunnews.com. 

Timothy juga mengatakan bahwa keragaman SARA di Indonesia harus dipertahankan sehingga tidak menyebabkan keterbelahan antar masyarakat.

Baca Juga

Dia percaya bahwa mantan imam besar FPI dapat menyampaikan dakwah atau saran ini untuk keragaman kepada para jamaahnya.

“Beliau pasti bisa itu menyampaikan hal itu (keberagaman SARA) kepada jamaahnya,” ujar Timothy.

Pernyataan Timothy bukan tanpa alasan, menurutnya, karena masifnya penggunaan isu politik identitas yang terjadi selama pemilihan presiden 2014, Pilkada DKI 2017, dan puncak pemilihan presiden 2019 oleh segelintir oknum.

Selain menyoroti penggunaan isu  politik identitas, Timothy juga khawatir tentang penyebaran berita bohong atau Hoaks di masyarakat.

Dia menyebutkan bahwa berdasarkan hasil survei Kemenkominfo dan Katadata Insight Center menunjukan sebanyak 11,9 persen responden mengklaim telah menyebarkan Hoaks pada tahun 
2021.

Timothy menekankan bahwa potensi penyebaran Hoaks pada tahun 2024 dapat meningkat secara dramatis jika tidak segera dihentikan.

“Coba bayangkan ya di tahun 2021 yang tidak ada pilpres dan pemilu saja, ada 32 juta lebih masyarakat sebarkan hoaks. Bayangkan berapa besar jumlah masyarakat yang akan sebarkan hoaks di 2024 ketika masyarakat terbelah karena perbedaan pilihan capres! Belum lagi ditambah adanya kemungkinan upaya pembelahan yang sengaja diciptakan demi meraih kemenangan. Apakah kita mau berjalan ke arah jurang kehancuran? Atau justru kita ubah rute itu?” tegasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.