Masuk

Hacker Bjorka Menyebar dan Menjual Data Pribadi

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Belakangan ini nama Bjorka sedang ramai diperbincangkan setelah menyebarkan data pribadi milik Mentri BUMN Erick Thohir, Kemenkominfo Johny G Plate hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Format data yang disebar oleh Bjorka mulai dari nomor telepon, Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga, pendidikan, golongan darah, alamat rumah hingga nama orang tua.

Tak berhenti sampai disitu, pada Minggu 11 September 2022 melalui akun twitter @bjorkanism secara terang-terangan me-mention Puan Maharani saat adanya aksi protes mengenai kenaikan harga BBM.

Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN Batch II Telah Dibuka! Berikut Jadwalnya

“Apa kabar mba @puanmaharani_ri ? Bagaimana rasanya merayakan ulang tahun ketika banyak orang yang memprotes harga BBM tepat di depan kantor Anda?” tulis Bjorka.

Saat berita mengenai tindakan sang hacker diketahui publik, sontak nya pun langsung menjadi bahan perbincangan sehingga membuat Bjorka mendapat banyak sanjungan serta pujian.

Tak sedikit masyarakat Indonesia yang berpendapat bahwa Bjorka merupakan salah satu sosok yang harus diberikan perlindungan ketat, karena keberaniannya tersebut.

Baca Juga: Puan Maharani Hadiri Muktamar Muhammadiyah, Nicho Silalahi: Buat Apa Kalian Undang!

Menang tidak dapat dipungkiri bahwa keahlian dan keberanian Bjorka melalui aksinya tersebut perlu diacungi jempol. Karena yang memiliki keahlian atau kemampuan hacker banyak tapi tidak semua berani melakukan aksi seperti yang dilakukan Bjorka.

Namun rasa kagum terhadap Bjorka membuat banyak dari kita lupa bahwa awal kemunculannya, ia membocorkan sebanyak 1,3 Miliar data registrasi SIM card milik warga Indonesia dan format data registrasi SIM Card terdiri dari NIK, tanggal registrasi, operator seluler hingga nomor telepon.

Yang perlu diingat juga bahwa Bjorka tidak hanya membocorkan data registrasi SIM Card tapi juga diperjualbelikan dengan membandrol harga sebesar 50000$ USD (Dolar Amerika Serikat) yang jika dirupiahkan sama dengan RP. 747,520,000.00 pada situs jualbeli breached.to.

Semuel Abrijani Pangerapan selaku Dirjen Aptika Kominfo yang juga menjadi korban doxing hacker Bjorka turut memberi komentar saat ditemui di kantornya pada Senin 5 September 2022 agar peretasan data segera dihentikan karna hal tersebut tentunya sangat merugikan masyarakat.

Baca Juga: Erick Thohir Diutus Cek Lokasi Pernikahan Putra Jokowi di Solo, Ada Pesta Rakyat untuk Wisatawan Lokal

“Kalau bisa jangan menyerang. Tiap kali kebocoran data yang dirugikan ya masyarakat, kan itu perbuatan illegal access” ucap Semuel.