Hadir di KMB, Nadya Hutagalung: Kita Tidak Boleh Berhenti Menjaga Bumi

Nadya Hutagalung menghadiri Kemitraan Menjaga Bumi di Makassar

Terkini.id, Makassar – Duta Besar Lingkungan PBB, Nadya Hutagalung mengaku sangat sedih bila melihat kondisi lingkungan Indonesia yang sangat memperihatinkan.

“Beberapa hewan sudah punah, kondisi air tercemar karena terlalu fokus mengejar materi,” kata Nadya saat menghadiri konferensi Pers Kemitraan Menjaga Bumi di Hotel The Rindra, Makassar, Sabtu, 8 Februari 2020.

Ia bercerita, sejak 1996 dirinya sudah aktif melakukan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat soal pembuangan sampah dan kampanye penggunaan sampah plastik.

“Kita tidak boleh berhenti menjaga bumi,” tegasnya.

Dia mengatakan upaya pertama membangun kesadaran lingkungan harus mulai dari sekolah. Memberi informasi kepada anak anak kecil dan mereka akan membawa informasi itu ke rumah.

“Kita sering menemukan anak menegur orang tuanya karena tidak ramah lingkungan,” paparnya.

Kendati begitu, ia mengatakan selain sekolah, rumah juga memiliki peran sentral dalam membentuk gaya hidup yang sehat. Ibu Rumah Tangga (IRT) memiliki peran yang sangat besar untuk mengubah itu.

“Dia yang yang membeli semua hal yang berhubungan dengan makanan, termasuk bila itu berhubungan dengan plastik,” kata dia.

Dia menganjurkan untuk tak jangan berfikir soal daur ulang sampah plastik, “Tetapi apa yang harus kita konsumsi yang tak menggunakan plastik,” tegasnya.

“Bukan hanya memikirkan rumah, sekolah, tetapi juga air bersih, makanan yang tak mengandung kiimia, tak terkontaminasi,” sambungnya kemudian.

Dia mengatakan, saat ini, setiap orang tanpa mereka sadari telah memakan plastik sebesar 1 kartu kredit setiap Minggu. Hal itu, kata dia, menjadi persoalan serius lantaran plastik memiliki zat kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh.

“Tentu saja itu buruk bagi kesehatan,” paparnya.

Sementara Konsulat-Jenderal Australia di Makassar Richard Mathews mengatakan bila memungkinkan lebih baik menolak menggunakan plastik.

Ia menyebut untuk menggunakan alternatif lain seperti daun pisang untuk membungkus makanan ketimbang menggunakan plastik.

“Itu lebih baik karena daun melebur dengan tanah dan itu alami,” tegasnya.

Untuk menghindari menggunakan air mineral kemasan plastik, ia mengatakan jauh lebih baik menggunakan tumbler. Hal itu, kata dia, meski kecil tetapi punya peran besar dalam menyelamatkan bumi dari kerusakan akibat plastik.

“Saat ini Indonesia juara dua dan mendapat perak soal penggunaan plastik di dunia. Tiongkok juara satu dan mendapat emas,” tutupnya dengan kelakar.

Komentar

Rekomendasi

Corona Mengalir Sampai Jauh, Ini 15 titik Penyebaran Covid-19 di Indonesia yang Perlu Anda Tahu

Tak Ada APD, Perawat Ini Terpaksa Komunikasi dengan Pasien Lewat Grup WA

BMKG Rilis Kondisi Suhu dan Kelembaban Udara yang Disukai Virus Corona

Bulan Ramadan, Ulama Imbau Salat Tarawih di Rumah dan Idul Fitri Juga di Rumah

Mahfud MD Tegaskan Napi Korupsi Tidak Bakal Dibebaskan: Lebih Baik Diisolasi di Lapas

Kegaduhan Negara di Masa Wabah Pandemi Covid-19

Keluarga Jenazah Pasien PDP Corona Ribut di Depan RS Makassar, Ada Apa?

Kabar Gembira, 23 Pasien Covid-19 di Sulsel Dinyatakan Sembuh

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar