Terkini.id, Makassar – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar menghadirkan terobosan baru dengan memperkenalkan meteran digital. Pasalnya, digital manual yang selama ini digunakan dinilai sudah usang.
Selain itu, meteran digital diharapkan mampu meminimalisir kerugian akibat kebocoran air. Pasalnya, proses pemantauan bisa dilakukan melalui gawai.
Kepala Bagian Humas PDAM Makassar, Anugrah Alkautza mengatakan untuk tahap awal, pemasangan meteran digital menyasar kawasan elit di Center Point of Indonesia.
“Kita baru mau mulai. Kemarin sudah kita sosialisasikan untuk kawasan CPI dan Summarecon. Untuk tahap awal ini memang disasar kawasan elite dahulu,” kata Anugerah, Rabu, 17 Februari 2021.
Menurutnya, beberapa kelebihan meteran digital, antara lain, bisa terkoneksi langsung ke aplikasi. Pelanggan bisa mengontrol pemakaian air melalui gawai.
- BAST Renovasi Ditandatangani, DPRD Makassar Segera Tempati Gedung di Kantor Lama
- Baru Pimpin BGN, Sudaryono Langsung Gasak 261 Pegawai, 883 SPPG Ditutup Permanen
- DPD PDI Perjuangan Sulsel Gelar Diskusi Refleksi 30 Tahun Peristiwa 27 Juli 1996, Teguhkan Komitmen Merawat Demokrasi
- Tip Penting Sebelum Membeli Mobil Listrik: Paling Penting Perlindungannya
- Unhas Tetapkan Tim Penasihat Bisnis PT Haldin Metavisi Akademika, Berikut Nama-namanya
“Kalau kemarin yang meteran manual kan masih banyak pelanggan yang kaget. Nah dengan meteran digital tidak lagi krena bisa melihat sendiri penggunaan airnya seperti apa,” terangnya.
Dengan meteran digital ini, PDAM juga lebih mudah melakukan pengontrolan. Tidak lagi menggunakan tenaga pembaca meter yang setiap bulan mengecek langsung pemakaian air ke rumah-rumah pelanggan.
“Persoalan salah input meteran sudah tidak ada lagi dengan adanya meteran digital itu. Jadi akurasinya jauh lebih baik dari meteran digital,” imbuhnya.
Sementara untuk penerapannya masih disiapkan. Targetnya akan diupayakan dalam waktu dekat ini. “Hitungan air tetap sama. Kalau kawasan elite misalnya kena golongan R5,” sambungnya.
Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, William Laurin mengatakan inovasi dari PDAM sangat dibutuhkan. Terutama memberi pelayanan yang efektif di masyarakat.
Menurutnya, kebocoran yang selama ini terjadi salah satunya disebabkan meteran yang usang. Sehingga sistem pencatatannya juga kurang maksimal dengan tingkat akurasi yang menurun.
“Perlu memang ada inovasi untuk menutupi semua kebocoran yang terjadi. Ada banyak hal. Bisa dengan memperbaiki meteran, memperbaiki pipa, dan lain-lain,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
