Terkini.id, Jakarta – Beberapa hari ke depan, umat muslim akan merayakan yang namanya hari besar Maulid Nabi Muhammad.
Adapun maulid tersebut direncanakan akan diselenggarakan pada Senin, 18 Oktober 2021 hingga Selasa, 19 Oktober 2021.
Kendati demikian, hingga kini masih beredar sejumlah hadis palsu soal Maulid Nabi.
Tentunya, hal ini akan meresahkan masyarakat khususnya mereka yang umat muslim.
Melansir Suara, Jumat, 8 Oktober 2021, beberapa hadis palsu Maulid Nabi tersebut tidak menyebutkan tentang sumber, rujukan, maupun siapa yang meriwayatkan.
Agar lebih waspada, sebaiknya umat muslim harus mengenali apa hukumnya menyebarkan dan membuat hadis palsu tentang Maulid Nabi.
Nah, Buya Yahya dalam ceramahnya pernah membahas persoalan ini. Ceramah itu terekam dalam video dan diunggah di kanal Youtube Al-Bahjah TV.
“Bergembira dengan datangnya Nabi adalah iman. Cuma, kita tidak boleh membuat riwayat palsu” ujar Buya Yahya pada video Youtube berdurasi 3 menit tersebut.
Adapun hadis palsu Maulid Nabi yang dimaksud oleh Buya Yahya dalam videonya dan menyebar di media sosial adalah sebagai berikut:
“Barang siapa mengagungkan hari kelahiranku, niscaya aku akan memberi syafaat kepadanya kelak pada hari kiamat, dan barang siapa mendermakan satu dirham di dalam menghormati kelahiranku, maka seakan-akan dia telah mendermakan satu gunung emas di dalam perjuangan fi sabilillah”.
Atas beredarnya hadis palsu itu, Buya Yahya menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW tak pernah mengatakan hal tersebut.
Atau dalam kata lain, hadist itu palsu dan tidak pernah ada sehingga termasuk dalam berita bohong.
“Hadist tersebut tidak ada dan termasuk dalam berita bohong. Jika Anda ingin merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Anda tidak usah membawa hadist palsu,” kata Buya Yahya dengan tegas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
