Haji itu Miniatur Kehidupan Manusia

Haji itu Miniatur Kehidupan Manusia

EP
Shamsi Ali
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Segenap amalan haji itu menggambarkan “perputaran hidup” (cicle of life) dari sejak terlahir pertama kali hingga akhir hidup dunia dengan kematian.

Manusia semuanya tanpa kecuali terlahir dalam keadaan suci (fitri). “Semua anak terlahir dalam keadaan fitrah “Semua anak terlahir dalam keadaan suci” (Hadits).

Kefitrahan inilah yang tersimbolkan dalam amalan awal dari haji dengan ihram. Fitrah itu essensinya pada pengakuan “alastu bi Rabbikum? Qaaluu balaa”.

Ikrar tauhid untuk menyembah hanya kepada sang Pencipta. Ihram dengan “talbiyah” esensinya juga merupakan afirmasi “tauhid” seperti yang disebutkan terdahulu.

Hidup manusia itu berputar. Tidak pernah statis dan terus dalam pergerakan. Gerakan dan perubahan sejatinya menjadi tabiat (nature) kehidupan.

Baca Juga

Karenanya akan terjadi gerakan atau perubahan hidup terus menerus. Bahkan pada diri manusia sekalipun. Perubahan dari bayi menjadi remaja, dewasa, tua dan mati.

Tawaf itu adalah pergerakan mengelilingi Ka’bah. Gerakan yang terjadi terus menerus mengikut arah yang telah ditentukan.

Hidup adalah tawaf. Berputar dalam hidup secara konstan (terus menerus). Tapi satu hal yang harus diingat.

Dinamika apapun yang terjadi di saat thawaf, jangan lupa Ka’bah harus tetap menjadi “sentra” perputaran itu. Dalam dinamika hidup jangan lupa Allah tetap menjadi “pusat” kehidupan (as-somad).

Hidup dunia itu adalah berusaha (sa’aa). Tiada yang didapatkan kecuali dengan usaha. Berbeda dengan akhirat yang semuanya adalah hasil. Kerja baik hasilnya baik. Sebaliknya kerja buruk juga hasilnya buruk.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.