Terkini.id, Jakarta – Mengenai penanganan penyebaran varian omicron yang tersebut bermunculan, kini seorang ilmuan membeberkan kabar baik.
Kali ini,sebuah penelitian pendahuluan menyebut bahwa vaksin Covid 19 dengan dosis booster mampu melawan keparahan yang ditimbulkan varian baru itu.
Di mana hal tersebut disampaikannya saat pertemuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), beberapa hari lalu.
Ilmuwan melaporkan beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa sel-T pada orang yang divaksinasi dapat memberikan pertahanan yang kuat terhadap varian tersebut.
“Kabar baiknya adalah bahwa respons sel-T sebagian besar dipertahankan untuk Omicron,” kata Dr Wendy Burgers dari Universitas Cape Town.
- Kasus COVID-19 Varian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia, Kemenkes Catat Mayoritas Pasien di Usia Produktif
- Omicron BA 4 dan BA 5 Beredar di Indonesia, Kemenkes: Mungkin Pertengahan Juli
- Pamer Strategi Gotong Royong Tangani Covid 19, Jokowi: Tidak Ada di Negara Lain
- Sebut Penangan Pandemi Varian Omicron Telah Terkendali, Luhut : Negara Tetangga Mengatakan Kita Memanipulasi Keterangan
- PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Simak Empat Kota yang Naik ke Level 4
Meski ini merupakan penelitian pendahuluan, ilmuwan menambahkan bahwa ini merupakan kabar baik yang melegakan dalam penanganan varian yang awalnya muncul di Afrika Selatan ini. Dilansir dari CNBC. Jumat, 17 Desember 2021.
Sebelumnya berita mengenai keampuhan vaksin dan booster terhadap varian ini juga didengungkan oleh beberapa observasi lainnya. WHO meminta agar masyarakat yang belum menerima vaksin untuk segera menerimanya.
“Jadi pesannya tetap jelas: Jika Anda tidak divaksinasi, dapatkan vaksinasi dan, khususnya di arena Omicron, jika Anda sepenuhnya divaksinasi, dapatkan suntikan booster Anda,” kata ahli penyakit menular asal Amerika Serikat (AS), Dr Anthony Fauci.
WHO sendiri telah memasukkan Omicron sebagai “varian of concern” atau varian yang sedang dalam perhatian khusus. Badan PBB itu menyebut masih akan melakukan pendalaman terkait virus yang membawa 32 mutasi pada protein lonjakannya itu.
Sementara itu, kematian pertama akibat virus ini telah diumumkan. Kematian itu terjadi di Inggris. Meski begitu, beberapa negara yang telah kemasukan varian yang awalnya berkembang di Afrika ini menyebut bahwa mayoritas pasien Omicron menunjukkan gejala yang sangat ringan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
