Terkini.id, Makassar – Harga sejumlah komoditas di Pasar Tradisional Makassar mengalami kenaikan jauh sebelum jelang bulan Ramadan.
Kenaikan harga komoditas terjadi pada harga cabai, gula, telur ayam, daging ayam, daging beras, bawang, dan minyak goreng.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar Arlien Ariesta mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak akhir tahun 2021.
Ia mengatakan pengaruh kenaikan harga berada pada tingkat produksi. Bila produksi rendah dan permintaan konsumen tinggi menyebabkan harganya naik.
“Jadi tidak ada fluktuasi mendadak,” kata Arlien, Selasa, 29 Maret 2022.
- Perumda Pasar Makassar Perkuat Pengawasan Stok dan Harga untuk Dukung Pengendalian Inflasi
- Tak Lagi Semrawut, Pasar Senggol Makassar Hadir dengan Wajah Baru yang Lebih Tertib
- Wali Kota Makassar Tinjau Stabilitas Harga Pangan di Pasar Tradisional dan Ritel Modern Jelang Idulfitri
- Harga Beras di Sejumlah Pasar Tradisional Kota Makassar Perlahan Mulai Normal
- Lewat Dinas Perdagangan, Pemkot Makassar Gelar Operasi di 5 Pasar Tradisional
Bersama Satgas Ketahanan Pangan, Arlien mengatakan terus melakukan pemantauan harga dan stok bahan pokok. Bahkan, kata dia, pihak kecamatan dan kelurahan juga dilibatkan.
“Kami pantau mulai dari titik distributor bahan pokok sampai ke pedagang,” sebutnya.
Pemerintah kota telah menyiapkan 2 langkah bila terjadi fluktuasi tinggi di tingkat kabupaten kota. Pertama, melakukan operasi pasar. Kedua, kata dia, pihaknya melakukan pasar murah.
“Apabila komoditas di pasar sangat-sangat terbatas, bahkan kita melakukan kerja sama dengan daerah penghasil atau daerah surplus,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
