Masuk

Hari Kelima Kapal Basarnas Urung Cari Pesawat Sriwijaya, Kenapa?

Komentar

Terkini.id – KN SAR Karna, kapal milik Basarnas terpaksa kembali dan urung melakukan pencarian terhadap pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. 

Pasalnya, cuaca buruk dan gelombang air yang tinggi dikhawatirkan membahayakan keselamatan tim SAR gabungan yang terjun ke lokasi pencarian.

Deputi Bina Tenaga dan Potensi SAR, Abdul Haris Achadi mengatakan, ketinggian gelombang air mencapai 2,5 meter. 

Baca Juga: Perhatian! Sriwijaya dan NAM Air Pindah ke Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Per 12 April 2022

Dengan demikian, kapal yang berangkat pada pukul 09.30 WIB tersebut terpaksa kembali lagi.

“Dan baru sampai mulut kolam, kami terpaksa harus balik kanan karena cuacanya dapat informasi di lokasi cuaca ekstrem sampai 2,5 meter tinggi gelombang dan kami keluar 1,5 meter tinggi gelombang,” kata Abdul Haris di Posko Terpadu JICT II, Jakarta Utara, seperti dikutip dari suaracom, jaringan terkini.id, Rabu 13 Januari 2021.

Abdul Haris melanjutkan, untuk sementara pecarian menggunakan kapal KN SAR Karna dihentikan. 

Baca Juga: Ada Apa Sriwijaya Air Ikuti Jejak Garuda Indonesia Anjurkan Karyawan Resign?

Meski demikian, sejumlah kapal di lokasi tetap bersiaga sembari melihat cuaca yang memungkinkan.

“Untuk sementara off. Kami lihat cuaca ini. Dapat informasi di sana tinggi gelombang 2,5 meter,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Operasional Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman mengatakan, proses pencarian pesawat Sriwijaya Air 182 SJ pada hari kelima akan semakin diperluas. Pemcarian dilakukan baik di lautan maupun udara.

Rasman menyatakan, kemungkinan masih ada serpihan bagian pesawat maupun korban yang terbawa arus laut. Untuk pencarian, nantinya akan dibagi ke dalam enam sektor.

Baca Juga: CVR Memori Rekaman Percakapan Pilot Sriwijaya Air SJ182 Berhasil Ditemukan

“Dimana unit udara tetap akan melaksanakan pencarian lewat udara tentu arealnya semakin luas karena kemungkinan ada serpihan atau ada kotban yang terbawa arus. Demikian juga dengan alut laut,” ungkap Rasman.

“Sektor pencarian kami bagi 6 sektor dari seluruh unsur laut yang terlibat kita bagi 6 sektor,” sambungnya.

Rasman menambahkan, sebanyak 3.300 personel akam dikerahkan dalam proses pencarian hari ini. 

Nantinya, para personel akan ditempatkan baik di lapangan maupun tempat lain.

“Jadi personel masih kurang lebih 3300. personel yang terlibat baik di lapangan ataupun di tempat ini maupun tempat lain yang laksanakan kegiatan,” pungkas dia.

Guna mengantisipasi banyaknya temuan korban, sebanyak 30 ambulans disiagakan di lokasi. 

Penambahan armada ambulans itu dilakukan lantaran selama proses pencarian banyak ditemukan hal-hal yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut. Misalnya, korban maupun serpihan bagian pesawat yang jatuh.

“Kemudian ambulans kami bertambah karena kemarin kami memang mendapatkan hasil banyak berkaitan dengan korban. Hari ini stand by siap dioperasionalkan sebanyak 30 kendaraan,” beber Rasman.

Rasman menyebut, sebanyak 54 kapal juga akan dikerahkan untuk mencari para korban. 

Selain itu, 13 pesawat juga bersiga di lokasi untuk membantu proses pencarian.

“Unsur kapal ada sebanyak 54, kemudian kendaraan laut yang kecil seperti RIB, searider, perahu karet, jetski kurang lebih sekitar 20. Kemudian pesawat stand by yang menunggu yang siap untuk laksanakan kegiatan adalah sebanyak 13,” tutupnya.