Masuk

Heboh Chef Renatta Makan Bipang padahal Muslim, UAS: Makan Babi Tak Selamanya Haram

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Belakangan, publik cukup dihebohkan dengan beredarnya video Renatta Moeloek atau yang lebih akrab disapa Chef Renatta memakan ‘bipang’ alias babi panggang.

Ya, Chef Renatta menjadi perbincangan banyak netizen usai videonya makan babi panggang Ambawang, Kalimantan, viral di media sosial.

Saat itu, ia rupanya tak sendiri, melainkan bersama Chef Juna yang turut mencuri perhatian dengan aksi makan babi.

Baca Juga: UAS Ungkap Amalan Terhindar dari Pelet: Dibaca Pagi dan Malam Sebelum Tidur

Banyak yang kemudian menyayangkan apa yang dilakukan oleh Chef Renatta karena ia merupakan seorang Muslim alias penganut agama Islam.

Jadi, bagaimana sebenarnya hukum makan babi dalam Islam? Apakah memang benar-benar haram seratus persen?

Kali ini, UAS alias Ustaz Abdul Somad menjawabnya dalam sebuah penjelasan, di mana disebutkan bahwa memakan babi sebenarnya tak selamanya haram.

Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Sebut Kasus Pembunuhan Brigadir J Sukses Dibongkar Karena Doa Ibu Brigadir J!

Loh, kok bisa?

Berikut penjelasannya, sebagaimana dilansir terkini.id dari WowKeren pada Jumat, 12 November 2021.

“Babi itu haram, tapi makan babi tidak selamanya haram,” jelas UAS alias Ustaz Abdul Somad dalam diskusi virtual bersama IDI.

Ia lantas membeberkan soal syarat memakan barang haram bagi umat muslim, di mana rupanya hal tersebut diperbolehkan asalkan dalam kondisi darurat, seperti misalnya tak ada makanan halal yang bisa dikonsumsi.

Baca Juga: Pendakwah UAS: Mungkin karena Rizieq Shihab, Azab Allah Belum Turun

“Jadi, ketika masuk di dalam hutan dan di dalam hutan itu tidak ada makanan, tidak ada pisang, tidak ada umbi-umbian, sementara (saat itu) pilihannya hanya babi atau mati, maka saat itu tidak boleh (umat Islam) pilih mati. Jadi, boleh makan babi karena (situasinya) darurat,” pungkas UAS.