Terkini.id – Jagad media sosial dihebohkan dengan sejumlah foto anggota TNI yang disebut-sebut mengepung hotel Atrium Cilacap. Aksi pengepungan ini terjadi lantaran para prajurit tidak terima karena seorang jenderal TNI dituduh mencuri handphone (HP) milik perwira polisi.
Foto-foto dan informasi soal tuduhan pencurian HP ini diunggah oleh akun Facebook Berita Militer pada Kamis 6 Juni 2019, kemarin.
Dalam unggahannya, akun tersebut juga menampilkan foto perwira polisi berinisial LM dan surat pernyataan permintaan maafnya karena salah menuduh Brigadir TNI AD Brigjen Subagyo dan keluarganya mencuri HP di hotel.
Ketika itu AKBP LM menghentikan Brigjen Subagyo dan keluarganya yang hendak keluar dari hotel. Bahkan, ia mencoba menggeledah tas keluarga jenderal TNI bintang satu tersebut.
Merasa tak terima, Subagyo akhirnya meminta petugas hotel untuk menghubungi nomor telpon LM. Naas, tuduhan tersebut terbantahkan, karena ponsel milik LM berada di atas meja makan ditutupi sebuah tisu.
- IAS dan Jenderal Purnawirawan Bintang Dua Bertemu di Jakarta, Buka Puasa Bersama
- Soal Korupsi Tabungan Perumahan Angkatan Darat, Ini Penjelasan Panglima TNI Andika Perkasa
- Bahar Smith: Ana Bilang ke Jenderal Ahmad Fauzi, Justru Saya Bela Marwah TNI
- Goda Istri Jenderal TNI, Askara Harsono Kembali Dipolisikan
- Sangar! Demi Lengserkan Presiden RI, Rizal Ramli Berani Ngomong Gini di Depan Ratusan Jenderal dan Kolonel TNI
Diketahui, insiden itu terjadi di Hotel Atrium Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Senin 3 Juni 2019, pukul 03.40 WIB.
Insiden tersebut kemudian diketahui oleh anak buah Brigjen Subagyo. Tidak terima dengan perlakuan AKBP LM kepada Brigjen Subagyo, sejumlah anggota TNI bersenjata lengkap langsung mengepung Hotel Atrium Cilacap.
Kronologi kejadian

Awalnya, rombongan Brigjen TNI Subagyo yang berjumlah 8 orang tiba di hotel Atrium pada pukul 02.40 WIB. Mereka langgsung menuju kamar yang telah dipesan.
Pada pukul 03.30 WIB, Brigjen TNI Subagyo dan keluarga melaksanakan makan sahur di ruang makan Hotel Atrium.
Pukul 04.10 WIB Brigjen TNI Subagyo dan keluarga selesai makan sahur di ruang makan Hotel Atrium.
Pada saat bersamaan, AKBP LM datang untuk makan sahur di tempat tersebut. Ia datang pukul 04.15 WIB. AKBP LM meletakkan HP miliknya di atas meja makan, kemudian mengambil makanan untuk sahur.
Setelah mengambil makanan, AKBP LM hendak duduk di meja makan lain, bukan meja tempatnya menaruh HP tadi.
Ia kaget lantaran tidak melihat HP miliknya di atas meja. Karena itu, AKBP LM langsung mengejar rombongan Brigjen TNI Subagyo dan keluarga yang telah meninggalkan ruang makan dan hendak menuju ke kamarnya untuk istirahat.
Diduga, AKBP LM yang tidak mengenakan pakaian dinas, tak menyadari jika orang yang dikejarnya adalah jenderal TNI bintang satu lantaran hanya mengenakan pakaian biasa.
AKBP LM memaksa Brigjen Subagyo berhenti dan menanyakan siapa yang mengambil HP miliknya. Bahkan, ia berusaha menggeledah tas rombongan Brigjen Subagyo satu per satu.
Tuduhan dan tindakan AKBP LM membuat Brigjen Subagyo marah. Ia meminta kepada AKBP LM untuk tidak sembarangan menuduh.
Istri Brigjen TNI Subagyo juga tampak emosi. Ia tak rela keluarganya dituduh curi HP.
“Hati-hati kalau bicara ya pak. Ini udah mau imsak. Enak aja, awas ya sampai di kita gak ada (tidak mengambil HP), lihat aja. Semakin parah ini polisi,” kata istri Brigjen TNI Subagyo, seperti terekam dalam video yang diunggah Yuyun Ayu Sekali.
Akhirnya AKBP LM memanggil pegawai hotel bernama Rudianto. Ia menyuruh Rudianto menelepon nomor HP miliknya dan berdering. Ternyata posisi HP AKBP Iwan berada di atas meja makan.
Rombongan Brigjen TNI Subagyo dan AKBP LM kemudian mendatangi sumber suara HP yang berdering tersebut dan ternyata HP yang berdering adalah milik AKBP LM. Akhirnya AKBP LM meminta maaf kepada Brigjen TNI Subagyo beserta rombongan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
