Heboh Masker Langka di Pasaran, Humas Pemkab Bulukumba: Jangan Panik

Heboh Masker Langka di Pasaran, Humas Pemkab Bulukumba: Jangan Panik

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini.id, Bulukumba Sejumlah warga Bulukumba mengeluhkan kelangkaan masker beberapa hari terakhir. Masker tersebut diduga diborong oleh orang ingin mendapatkan keuntungan.

Masker bahkan sulit didapatkan di toko maupun minimarket depan RSUD Sultan Daeng Radja.

“Habis pak, pernah ada yang ambil semua,” kata salah seorang pegawai minimarket di sekitar RSUD.

Dari penelusuran di beberapa toko juga tak menemukan adanya stok masker yang tersedia. Padahal masker tersebut sangat berguna untuk masyarakat.

“Masker ini habis padahal bukan cuma untuk menghindari corona. Tapi banyak digunakan pasien lain seperti asma atau alergi debu,” kata Jabbar Bahring, warga Bakti Adiguna Bulukumba melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi terkini.id.

Baca Juga

Menanggapi kelangkaan masker pasca pengumuman dua warga positif virus Corona, Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad pun angkat suara. Ia meminta masyarakat tak panik panik menyikapi adanya dua warga Depok Jawa Barat yang positif virus Corona. Bahkan Ulla meminta warga tetap harus waspada dan menjaga kesehatan.

Menurut dia, sebagai daerah tujuan wisata, Pemerintah Kabupaten Bulukumba juga bersiap mengantisipasi jika ditemukan adanya wisatawan mancanegara yang terduga atau suspek.

“Pemkab siap untuk melakukan antisipasi atau isolasi sesuai SOP. Beberapa wisman masuk di Indonesia sudah melewati banyak pintu sebelum sampai di pintu gerbang kawasan Bira yang sudah pake karcis elektronik,” katanya.

Ia juga berpesan agar masyarakat senantiasa menjaga kesehatan.

“Iya seperti pernyataan pak Menkes tidak perlu takut dan panik. Tapi harus menjaga kondisi tubuh dalam keadaan sehat,” harapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.