Terkini.id, Medan – Bukan di Sirkuit Mandalika, pawang hujan melakukan ritualnya di Kota Medan saat launching E-Tilang belum lama ini.
Aksi pawang hujan itu direkam dan diwartakan oleh media lokal Waspadaonline yang diunggah di akun Instagramnya.
Diketahui pawang hujan tersebut melancarkan aksinya di sekitaran penjagaan para polisi tepat saat peluncuran Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu, 26 Maret 2022.
Diungkapkannya, ia ditugaskan oleh pihak penyelenggara launching e-tilang yang dalam hal itu event organizer, memintanya mengatur cuaca agar tak turun hujan.
“Jadi ini untuk membuat cuaca panas terik, agar tidak hujan. Jadi awan itu digeser,” terang pawang hujan paruh baya itu.

- Pesulap Merah: Saya Tahu Berapa Bayaran Pura-Pura Jadi Dukun!
- Ngaku Komunikasi dengan Arwah Brigadir J, Pawang Hujan: Merinding, Kenapa Ada Bahasa Melecehkan!
- Fahri Hamzah: Kalau Mudah Tersinggung Jangan Jadi Pejabat Publik Mending Jadi Pawang Hujan
- Hina Pemerintah Akan Dipenjara 3 Tahun, Fahri Hamzah: Pejabat Publik yang Mudah Tersinggung Pada Rakyat Mending Jadi Pawang Hujan
- Rara Wulandari: Saya Idolanya Bukan Pak Anies
Melihat aksi yang dianggap kocak tersebut, warganet memberikan ragam komentar dan ada juga yang merasakan cuaca memang panas terik. Aksi pawang hujan itu pun dinilai berhasil.
“Pantas aja Medan panas kali [emoji tertawa]” kata @lian_saragih.
“Pantas hari ini terik kali wak ya,” sambung @asfancasillas.
Namun demikian, ada juga warganet yang menyayangkan aksi si pawang hujan, menganggap ritual seperti itu adalah syirik.
“Astaghfirullah. Sampe kapan praktek syirik ini dilakukan?” kata @fadhli0785.
“Hujan atau tidak adalah kuasa Tuhan,” tambah @mhdhabil_m.
Diketahui pawang hujan paruh baya itu bernama Ruslan, ia berasal dari Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang.
Dalam teknik kerjanya, berbeda dengan pawang hujan Rara Sirkuit Mandalika, ia menaburi garam dan campuran bumbu dapur lainnya seperti beras putih, cabai merah, ketumbar, hingga merica di badan jalan.
“Garam itu dari laut kembali ke laut. Beras putih, berawal dari sawah kembali ke sawah, merica, ketumbar, dicampur cabai merah. Agar tidak hujan, jadi merica itu agar panas hari,” terang Kek Ruslan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
