Ibu jujur sama kami, kami akan berusaha tolong anak Ibu sesuai penyebabnya. Begitu juga Ibu sekeluarga.
Kalau Ibu Bapak tidak jujur, kami angkat tangan. Sekarang ini anak Ibu tidak sadar, tidak bisa masuk infusnya juga. Lihat, kami tetap berusaha. Ibu lihat itu temanteman saya di sana?
Kalau anak Ibu positif Covid, berarti semua orang di sana terpapar juga. Belum keluarga Ibu yang lain. Bagaimana kalau kami semua tumbang juga? Atau begini saja, Ibu bawa pulang anak ibu sekarang ya!” kata sang dokter.
Sontak, sang ibu yang tengah hamil itu pun akhirnya mengaku bahwa anaknya itu sudah pernah diperiksa di sebuah klinik pada hari Minggu lalu karena rawat jalan, lalu dirujuk ke Rumah Sakit besar.
Saat dirujuk pada hari Selasa, pihak rumah sakit memutuskan untuk mengisolasi pasien. Keluarga langsung membawa pulang anaknya.
- Bupati Sidrap Paparkan Terobosan Stabilkan Harga Telur di Hadapan Menteri Pertanian
- Sinergi Dinas Kesehatan dan P2KB, Latih Kader, Perkuat Langkah Percepat Penurunan Stunting di Jeneponto
- RS Mata JEC ORBITA Makassar Perkenalkan PRESBYOND untuk Atasi Gangguan Penglihatan Usia 40 Tahun ke Atas
- Wujudkan Target Percepatan Penurunan Stunting, Ribuan Kader Posyandu dan TPK Jeneponto Ikuti Pelatihan Khusus
- PLN UID Sulselrabar Perkuat Ketahanan Pangan dan Modernisasi Agrikultur melalui Program Electrifying Agriculture
Mendengar pernyataan tersebut, para petugas langsung menjauhi meja.
“Saya sempat ke toilet karena kebelet kencing saat kembali ke Meja Anamnesis, saya masih mendengar sedu sedan si ibu, ‘Dokter… tolong anak saya,” cerita dokter Tenriagi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
