Heboh, Youtuber Ini Tagih Utang Pakai Karangan Bunga di Resepsi Nikahan

Terkini.id, Makassar – Ada berbagai cara menagih utang dari seorang teman.

Terbaru, cara ini menjadi viral di media sosial. Seorang pria yang menagih utang dengan cara unik di resepsi pernikahan.

Pria itu diketahui bernama Ronald Sinaga yang dikenal sebagai juragan aksesoris sepeda motor sekaligus YouTuber tanah air.

Lewat unggahan di jejaring Instagram @brorondm, Ronald kemudian memamerkan caranya saat menagih utang.

Beda dari tamu undangan lainnya yang mengirim karangan bunga berisi ucapan, Ronald Sinaga justru mengirim karangan bunga yang membuat malu pengantin.

Menarik untuk Anda:

Ia menagih utang lewat karangan bunga itu dengan beragam tulisan yang menohok.

“Bayar hutang seharusnya sebelum pesta, hutang ke Bro Ron tolong selesaikan, telpon Bro Ron tolong diangkat penting perihal hutang dan bayar hutang sebelum nikahi anak orang,” demikian bunyi tulisan yang menempel di karangan bunga.

Makin mempermalukan pengantin, karangan bunga itu kemudian ditempatkan di area gedung pernikahan seperti di lobi pintu masuk supaya terlihat oleh para tamu undangan.

Bagi Ronald Sinaga, cara tersebut ampuh untuk menagih utang yang berlarut-larut dibandingkan lewat kekerasan.

Pun bila tidak berhasil, ia bertekad untuk mengirim karangan bunga ke rumah atau kantor orangtua pengantin, seperti yang dituliskan dalam narasi unggahannya.

“Nagih #hutang yang berlarut-larut tanpa jalan keluar. Kirim ke kondangan saja. Tetap gak mampan? Gue kirim terus ke rumahnya minggu depan,” tulis @brorondm, Sabtu 24 Agustus 2019.

“Rumahnya gak mampan? Berikutnya ke kantor bapaknya!! Daripada berantem, bisa masuk penjara jadinya. Kalau punya bukti, ngapain takut,” imbuhnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Heboh Emak-emak Ngamuk Bawa Bensin ke Kantor Anies Baswedan, Mau Bakar Gedung Balaikota

Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Ini Titik Aksi Demonstrasi Hari Ini di Makassar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar