Masuk

Helmi Felis: Dikirim ke Kalimantan, Ahok Kemungkinan Besar Buat Rusuh juga di Sana

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Helmi Felis turut menanggapi pembicaraan soal mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diusulkan menjadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Helmi Felis menyinggumg bahwa jika dikirim ke Kalimantan, Ahok akan membuat kerusuhan di sana.

Ia pun mengaku senang jika Ahok diboyong ke Kalimantan agar Jakarta kembali menjadi kota yang beradab.

Baca Juga: Ahok Sindir Orang Pintar Bicara: Syukur Tuhan Izinkan Mereka Kerja

“Dikirim ke Kalimantan Ahok kemungkinan besar membuat rusuh juga disana,” kata Helmi Felis melalui akun Twitter pribadinya pada Senin, 31 Januari 2022.

“Saya suka dia diboyong kesana. Biar Jakarta kembali menjadi Kota Beradab. Yang tidak beradab buang saja,” sambungnya.

Bersama pernyataannya, Helmi Felis membagikan berita berjudul “Tolak Ahok Mentah-Mentah, Koalisi Pemuda: IKN Harus Dipimpin Putra Daerah”.

Baca Juga: Sering Disalahkan Jika BBM Naik, Ahok Angkat Bicara

Dilansir dari Hops, Koordinator Koalisi Pemuda IKN atau KOPI-KN, Viko Januardhy mengaku tak setuju seandainya IKN baru di Kalimantan Timur (Kaltim) dipimpin oleh Ahok. 

Sebab, menurut Viko, posisi Kepala Otoritas IKN seharusnya dipimpin orang yang berasal dari putra asli daerah.

Bahkan, ia juga menyodorkan tiga nama potensial yang menurutnya cocok mengisi jabatan tersebut.

“Kaltim punya figur seperti mantan Wali Kota Samarinda 2 periode, Syaharie Jaang. Mantan Wali Kota Balikpapan 2 periode, Rizal Effendi. Lalu mantan Gubernur Kaltara, Irianto Lamnrie,” ujar Viko, Senin, 31 Januari 2022.

Baca Juga: Surya Paloh Dukung Anies Sebagai Capres 2024, Chusnul Chotimah: Pantas Dikatain Kadrun, Pemikiran Sempit!

Lebih jauh, Viko memastikan bahwa dirinya telah mengusulkan satu dari ketiga nama tersebut melalui surat resmi ke Menteri Sekretaris Negera atau Mensesneg RI. 

Ia pun berharap bahwa usulan tersebut sampai dan bisa dipelajari oleh Presiden Joko Widodo yang berwenang menunjuk Kepala Otorita IKN.

“Usulan kami, kepada presiden, sekiranya dapat mempertimbangkan Kepala Otorita IKN dari figur masyarakat Indonesia yang berasal dari Kaltim dan memiliki pengalaman sebagai kepala daerah,” tegas Viko.