Komentari Video Lama Ahok Bertengkar dengan Warga, Helmi Felis: Lihat Ketika Dia Menjabat, Ngeri, Seolah Semua Miliknya

Komentari Video Lama Ahok Bertengkar dengan Warga, Helmi Felis: Lihat Ketika Dia Menjabat, Ngeri, Seolah Semua Miliknya

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Helmi Felis mengomentari video lama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang bertengkar dengan warga.

Helmi Felis menyindir bahwa Ahok mengerikan ketika masih menjabat sebab bertingkah seolah semua adalah miliknya.

Menurutnya, Ahok tidak peduli apakah rakyat dibuat susah atas tindakannya. Ia pun menilai orang seperti Ahok tidak pantas menjabat.

“Lihat ketika dia menjabat, ngeriii. Seolah semua miliknya, tidak peduli rakyat atau susah dibuatnya,” kata Helmi Felis.

“Hati-hati model mereka tidak pantas menjabat!!” sambungnya, sebagaimana dilihat pada Jumat, 6 Mei 2022.

Baca Juga

Bersama pernyataannya, Helmi Felis membagikan cuitan netizen yang mengunggah video lama Ahok adu mulut dengan warga.

Ditelusuri Terkini.id, kejadian dalam video tersebut terjadi di Gedung Balai Kota pada Rabu, 18 Februari 2015, sekitar pukul 13.00 WIB.

Dilansir dari VIVA, hal tersebut terjadi sesaat sebelum Ahok, yang ketika itu menjabat sebagai DKI Jakarta, bertolak ke Sodetan Ciliwung untuk blusukan bersama Presiden Jokowi.

Sebelum menaiki Range Rover hitamnya, Ahok dicegat oleh seorang perempuan paruh baya yang membawa orang tuanya yang lumpuh.

Perempuan tersebut mengadu ke Gubernur tentang sengketa tanahnya yang tidak kunjung selesai.

Ia mengklaim, 7.000 meter tanah miliknya yang diklaim untuk pembangunan Rumah Sakit Puri Indah, Kembangan Selatan, Jakarta Barat. 

Namun, Ahok mengacuhkan aduan perempuan tersebut sehingga membuat seorang laki-laki yang datang bersamanya geram.

Laki-laki itu langsung memarahi Ahok dengan mengklaim bahwa pemerintah tidak becus bekerja.

Belakangan, laki-laki tersebut diketahui bernama Haerudin Massaro, pengacara perempuan yang mengadu kepada Ahok.

“Tanah kita juga digugat orang. Kita nyatakan kalah, bangunan kita dirobohkan, sertifikat tanah dicabut suruh bayar Rp40 miliar untuk sewa. Mau apa kamu?” kata Ahok dengan nada tinggi hingga menggebrak bagian depan mobilnya.

“Ini bukti aparat hukum yang tidak kerja. Saya tuntut aparat hukum yang di bawah ahok,” kata Haerudin Massaro.

Nampak tak mau berdebat lebih lanjut, Ahok berlalu menuju mobilnya sambil mengatakan, “Tunggu saya jadi presiden dulu, baru ini bisa selesai.”

Tidak terima aduannya diacuhkan Ahok, Haerudin menghalangi mobil Ahok yang akan melaju dengan menempatkan nenek pemilik tanah yang menggunakan kursi roda.

“Saya tidak akan pergi dari sini,” teriaknya.

Haerudin pada akhirnya diamankan petugas. Ia pun langsung pulang tanpa mengatakan sesuatu kepada media.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.