Terkini.id, Jakarta- Pegiat media sosial Hemi Felis menanggapi pernyataan Sekretaris Dewan Pertimbangan PSI Raja Juli Antoni terkait kasus Ustaz Abdul Somad (UAS) ditolak masuk ke Singapura.
Helmi Felis menyatakan bahwa PSI merupakan partai baru yang rusak. Bahkan, Helmi menyebut di dalam partai PSI ada dukun cabul, homo dan tukang narkoba.
“Kalian itu Partai muda paling rusak, dari dukun cabul sampai homo tukang narkoba juga ada di situ,” tulis Helmi Felis dalam akun Twitter pribadinya, Rabu 18 Mei 2022.
“Mau bicara moral? Intoleransi? Kalian saja rusak,” lanjutnya.
Helmi pun menyarankan agar PSI memperbaiki akhlak dan moralnya. Dia juga menyebut PSI tidak perlu menyudutkan umat Islam menggunakan kasus UAS.
- Helmi Felis ke Jokowi: Bukan Percuma Pak! Tuanya Nanti Jadi Penipu, Umbar Janji Boro-Boro Ditepati
- PPP Dukung Ganjar Melaju di Pilpres 2024, Akun Helmi Felis Singgung Lambang Ka'bah: Memalukan
- Fahri Duga Anies Gagal Maju Capres, Helmi Felis: Please, Jangan jadi Dukun!
- Helmi Felis Sebut Anies Baswedan Tercatat Sejarah: Kakek Sampe Neneknya Frontliner!
- Ahmad Nuril Sebut Anies Pemimpin Ibu Kota Sukses, Helmi Felis: Mau Cari yang Gimana Lagi?
“Benerin dulu akhlak atau moral partaimu, gak usah sudutkan umat Islam menggunakan kasus UAS,” ujar Helmi.

Sementara itu, menyatakan tanggapannya terkait kasus UAS dalam akun Twitter pribadinya bahwa intoleransi beragama di Indonesia merupakan sebuah kenyataan.
Bahkan Raja Juli mengatakan ajaran intoleransi, ekstremisme dan terorisme diajarkan secara masif melalui cerama-ceramah keagamaan.
“Bila kalian tidak percaya atau pura-pura menyangkal, intoleransi, ekstrimisme dan terorisme berdasarkan agama di Indonesia itu nyata,” tulis Raja Juli Antoni dalam akun Twitter pribadinya, Rabu 18 Mei 2022.
“(ajaran tersebut) diajarkan secara masif di atas mimbar-mimbar agama,” imbuhnya.
Menurut Raja Juli Antoni, polemik pengajaran intoleransi beragama di Indonesia memerlukan pihak ketiga yang netral. Dalam hal ini, Raja Juli menyebut Singapura sebagai “juri” alias pihak ketiga tersebut.
“Mungkin kita perlu ‘pihak ketiga netral’ jadi ‘jurinya’. Singapura menjadi juri kali ini,” kata Raja Juli.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
