Hepatitis Misterius! Indonesia Menjadi Negara yang Menyumbang Kematian Terbanyak di Dunia

Hepatitis Misterius! Indonesia Menjadi Negara yang Menyumbang Kematian Terbanyak di Dunia

I
R
Indah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyoroti perkembangan kasus Hepatitis Misterius di Indonesia.

Sebelumnya menurut data resmi hanya ada satu kematian Hepatitis Misterius di dunia. Sekarang jumlahnya menjadi bertambah karena di Indonesia telah terdapat tiga korban dari keganasan Hepatitis Misterius ini.

Dilansir dari wartaekonomi.com, Jumat 6 Mei 2022, bisa diartikan Indonesia untuk saat ini menjadi penyumbang kematian global terbanyak di dunia.

Menurut media Inggris The Daily Mail, Indonesia secara resmi telah menjadi negara penyumbang korban meninggal akibat Hepatitis Misterius terbanyak di dunia.

Sehingga total keseluruhan dari korban meninggal karena Hepatitis Misterius menjadi empat. Diketahui sebelumnya, sudah ada 114 kasus Hepatitis Akut di Jakarta Timur.

Baca Juga

Satu kematian di Amerika Serikat yang masih dalam dugaan Hepatitis Misterius telah dalam proses investigasi.

Setidaknya dari semua anak-anak yang terjangkit Hepatitis Misterius ini, 18 diantaranya membutuhkan transplantasi hati.

Hal yang membuat penyakit ini dinamakan Hepatitis Misterius adalah karena hasil tes yang dilakukan oleh para ahli kesehatan menunjukkan bahwa tidak ada satupun virus Hepatitis normal yang menjadi penyebabnya.

Masih dalam dugaan, sebuah virus bernama Adenovirus menjadi penyebab Hepatitis Misterius ini.

Adenovirus merupakan virus yang dijumpai dalam penyakit flu biasa. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa para orang tua harus waspada akan Hepatitis Misterius ini.

Biasanya gejala Hepatitis Misterius dimulai dengan tanda-tanda penyakit kuning, sakit perut, muntah, diare, dan urin gelap.

Kepala Kesehatan Inggris sangat yakin jika Hepatitis Misterius disebabkan oleh Adenovirus. Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengatakan tidak khas melihat pola gejala ini pada adenovirus, sehingga masih menyelidiki penyebab lain, termasuk Covid-19.

Badan itu juga mencatat bisa saja ada versi Adenovirus yang bermutasi. Badan Inggris bekerja dengan para ilmuwan dan dokter di seluruh negeri untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini secepat mungkin.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.