Terkini.id, Makassar – Resesi di tengah pandemi menjadi ancaman terbesar bagi perekonomian, termasuk Sulawesi Selatan (Sulsel). Bila tak diantisipasi, hal itu bisa memicu krisis yang berkelanjutan.
Pengamat Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas? Sanusi Fattah mengatakan kendati ekonomi Sulsel saat ini masih baik, namun bila tak diantisipasi dengan baik maka berpontesi terjadi rawan pangan.
“Misalnya terjadi masalah panen, seperti banjir, itu bisa mempengaruhi hasil panen. Untuk itu harus diantisipasi,” kata Sanusi, Rabu, 23 September 2020.
Menurutnya, pemerintah telah memberikan rambu untuk beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 saat beraktivitas.
Hal itu, kata dia, bisa mengeliminasi ancaman resesi. Ia pun mengajak masyarakat untuk beraktivitas dengan mengikuti protokol kesehatan.
- GGN dan Coca-Cola Indonesia Gelar Festival Sepak Bola Rakyat di Makassar, Libatkan 670 Talenta Muda
- Pendaftaran APINDO Run Festival 2026 Mulai Dibuka, Hadirkan Kategori 3K dan 5K, Hadiah Ratusan Juta Menanti
- Jejak H Paris Yasir, Pemimpin yang Meruntuhkan Sekat, Berjalan Langkah Sejajar Bersama Rakyat Turatea
- Ramadhipa Siap Hadapi Tantangan Baru di Moto3 Junior World Championship 2026
- Jejak Satgas TMMD Ke128 di Tanah Turatea, Merajut Harapan, Hadirkan Kepastian Ekonomi Warga Pelosok Desa
“Bagaimana melibatkan masyarakat secara luas untuk sama-sama menciptakan ketahanan pangan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Sanusi mengatakan, bila sebelumnya yang mengerjakan produksi pangan hanya petani, saat ini perlu mengajari masyarakat yang tidak produktif, seperti remaja yang belum masuk dunia kerja dan ibu rumah tangga untuk melakukan pendekatan hidroponik di pekarangan rumah.
“Jadi tidak semata-mata mengandalkan petani konvensional. Tapi bisa dilakukan semua masyarakat,” ujarnya.
Ia pun meminta pemerintah untuk memperkenalkan secara masif ihwal tanaman hidroponik. Bagi yang sudah paham, Sanusi meminta disiapkan sarananya.
Selain itu, lanjut Sanusi, di tengah ancaman resesi pengenalan kepada UMKM untuk intens berjualan di dunia maya juga perlu digalakkan.
“Bisa pasarkan secara online, bila dulu harus kontak langsung, sekarang bisa menggunakan teknologi online untuk transaksi,” ujarnya.
Dia menilai pemasaran digital sangat baik untuk mempertahankan kekuatan ekonomi di tengah ancaman resesi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
