Terkini.id — Pemberlakukan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar, diperlukan kehati-hatian.
Sebab seluruh masyarakat miskin dan yang terkena dampak pandemi virus corona atau covid-19, harus terjamin makanannya.
Olehnya itu, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni’matullah Erbe mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk membagikan sembako kepada warga terdampak terdampak berdasarkan data dan alamat, agar pembagian sembako bisa tepat sasaran.
“Sekarang itu, ketua RT/RW kerepotan menghadapi tuntutan masyarakat. Tidak usah 14 hari. 3 hari saja orang tidak makan bisa saja orang saling bunuh maksudnya. Dari pada saya lapar lebih baik saya rampok atau begal. Kalau dia didapat kan dibunuh,” ujar Ulla sapaan akrab Ni’matullah, Senin 20 April 2020.
Menurutnya, persoalan pembagian sembako terhadap warga merupakan masalah serius. Pemkot Makassar menganggarkan Rp780 miliar yang dianggapnya cukup untuk mengatasi persoalan.
- Kesadaran Pilah Sampah Warga Makassar Masih Rendah, Pemkot Perkuat Edukasi hingga RT/RW
- Tokoh Masyarakat Manggala Ajak Warga Makassar Pilah Sampah dari Rumah untuk Wujudkan Lingkungan Bersih
- Wali Kota Makassar Lepas Peserta dan Ramaikan Kategori 10K Makassar SMAnSA Run 2026
- Pemkot Makassar-KPK Rakor Pastikan Proyek Strategis 2026 Berjalan dan Rampung
- Diskominfo Makassar Edukasi Pelajar Pulau Bonetambo, Perkuat Literasi Digital dan Pemahaman PP TUNAS
“Angka itu kalau dialokasikan secara tepat saya rasa cukup, meskipun tidak cukup-cukup amat untuk mengantisipasi,” ungkap Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel ini.
Ia juga meminta Pemkot Makassar untuk lebih transparan dalam hal menghadapi persoalan pandemi covid-19.
“Menghadapi pandemi covid-19 itu bisa dihadapi dengan adanya kolaborasi semua pihak bekerjasama. Tidak bisa orang berkontribusi kalau tidak jelas datanya,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
