Hubungan Jokowi-Megawati Merenggang? Moeslim Arbi: Kalau Serius, kenapa Membiarkan Jokowi Tetap ‘Piara’ Luhut?

Hubungan Jokowi-Megawati Merenggang? Moeslim Arbi: Kalau Serius, kenapa Membiarkan Jokowi Tetap ‘Piara’ Luhut?

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diisukan sedang dalam suasana konflik dengan ketua umum partai PDIP, Megawati Soekarnoputri yang membuat hubungan keduanya merenggang, namun salah satu aktivis mempertanyakan kebenaran isu tersebut.

Melalui sebuah cuitan di media akun media sosial Twitter, Moeslim Arbi @moeslim_arbi, yang dilihat pada Rabu 8 Juni 2022, dia mempertanyakan apakah konflik ini benar adanya atau hanya sebuah settingan belaka.

Moeslim Arbi menilai jika konflik ini memang benar adanya yang membuat komunikasi Presiden Jokowi dan Megawati renggang, maka seharusnya Megawati sebagai ketua partai tidak membiarkan Presiden Jokowi masih memberikan kedudukan kepada Luhut Binsar Pandjaitan di era pemerintahannya.

Menurut Moeslim Arbi, Luhut telahb berupaya melakukan pelanggaran konstitusi namun Presiden Jokowi seolah diam dan membiarkan tindakan Luhut.

“Mencermati konflik Jokowi-Megawati. Desain atau serius? Kalau serius, kenapa Mega membiarkan Jokowi yang diam atas upaya-upaya pelanggaran konstitusi oleh Luhut dkk? Dan membiarkan Jokowi tetap ‘Piara’ Luhut? Serius atau sandiwara?”, tulis Moeslim Arbi.

Hubungan Jokowi-Megawati Merenggang? Moeslim Arbi: Kalau Serius, kenapa Membiarkan Jokowi Tetap ‘Piara’ Luhut?
Baca Juga

Sebelumnya, salah satu politisi PDIP yakni Hendrawan Supratikno meminta untuk tidak lagi memperdebatkan hubungan antara Jokowi dan Megawati.

Hendrawan mengaku bingung mengapa banyak pihak menilai hubungan Presiden Jokowi dan Megawati merenggang.

“Rupa-rupanya ada pihak yang senang kami bertikai ya? Keuntungan politik apa yang dibayangkan kalau kami tidak rukun?”, kata Hendrawan.

“Bukankah ekosistiem politik akan lebih stabil dan kondusif bila komunikasi antartokoh berjalan baik? Mengapa konflik menjadi berita laris mengalahkan keindahan harmoni?”, sambungnya.

Presiden Jokowi sebelumnya resmi melantik Yudian Wahyudi sebagai Kepala BPIP periode 2022-2027. Sementara itu, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dilantik kembali menjadi Dewan Pengarah BPIP.

Pelantikan Kepala BPIP dan Dewan Pengarah BPIP digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (7/6). Pelantikan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Acara pelantikan diawali dengan dikumandangkannya lagu Indonesia Raya. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Presiden mengenai Pengangkatan Kepala BPIP dan Dewan Pengarah BPIP.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.