Terkini, Makassar — Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar sejak subuh tidak menyurutkan antusiasme umat Islam untuk menunaikan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jumat, 20 Maret 2026.
Sekitar 8.000 jamaah tetap memadati kawasan kampus, meski lokasi pelaksanaan akhirnya dipindahkan ke dalam ruangan akibat cuaca.
Awalnya, Salat Id direncanakan berlangsung di pelataran kampus. Namun karena hujan tak kunjung reda, panitia memindahkan pelaksanaan ke Balai Sidang Muktamar dan Masjid Subulussalam Al-Khoory Unismuh Makassar.
Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Makassar, tetapi juga dari Kabupaten Gowa dan sejumlah daerah sekitar.
Sejak pagi, kawasan kampus dipenuhi warga yang datang untuk menunaikan ibadah di hari kemenangan.
Sekitar 8.000 Jamaah Ikuti Salat Id di Unismuh Makassar
Pelaksanaan Salat Idulfitri di Unismuh Makassar turut dihadiri jajaran pimpinan kampus, pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, serta sejumlah tokoh publik dan nasional.
- Studium Generale di Unismuh, Wamendiktisaintek Tekankan Mutu, Akses, dan Relevansi
- Fatmawati Rusdi Apresiasi Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian', Karya Inspiratif Penuh Referensi
- Andi Iwan Darmawan Aras Terpilih Aklamasi Pimpin HNSI Sulsel 2026--2031, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 20 Ribu Pohon di Maros
- Tazkiyah Group Beri Hadiah Haji Khusus Gratis di Momen Perayaan Tahun Baru 1448 Hijriah
Tampak hadir di antaranya Rektor Unismuh Makassar Dr Abd Rakhim Nanda, Ketua PWM Sulsel Prof Ambo Asse, Wakil Ketua PWM Sulsel Dr Muh Syaiful Saleh, hingga anggota DPR RI seperti Dr Ashabul Kahfi dan Drs Muslimin Bando, M.Pd.
Kehadiran ribuan jamaah di tengah guyuran hujan menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam menyambut Idulfitri, sekaligus menjadikan Unismuh Makassar sebagai salah satu pusat pelaksanaan Salat Id yang dipadati warga pada 1 Syawal 1447 H.
Khatib Tekankan Pentingnya Akhlak Mulia
Dalam khutbah Idulfitri, Dr KH Mawardi Pewangi menegaskan bahwa ibadah tidak boleh berhenti pada ritual semata, melainkan harus melahirkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
“Ibadah sejatinya adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah yang tercermin dalam hubungan baik dengan sesama manusia dan lingkungan,” ujar Mawardi dalam khutbahnya.
Menurut dia, tujuan utama puasa Ramadan adalah membentuk pribadi yang bertakwa, bukan hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mampu menahan amarah, memaafkan, dan menebarkan kebaikan di tengah kehidupan sosial.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
