Terkini.id, Jakarta – Seorang pengguna media sosial bernama Ikhsan Ali mengaku semasa dirinya masih duduk di bangku SD, ia kerap dicekoki video sadis oleh pihak sekolah yang bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap atau ACT.
Adapun pengakuan Ikhsan Ali singgung soal SD yang bekerjasama dengan ACT itu viral usai foto tangkapan layar postingan netizen itu diunggah pengguna Twitter MurtadhaOne1, seperti dilihat pada Rabu 6 Juli 2022.
Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyinggung soal benang merah ACT dengan sekolah-sekolah IT yang dikelola oleh PKS.
“Benang merah ACT dan Sekolah-sekolah IT yang sama2 dikelola PKS,” cuit netizen MurtadhaOne1.

Dilihat dari foto tangkapan layar postingan Ikhsan Ali, tampak awalnya netizen it menyinggung sial kasus ACT yang tengah ramai diperbincangkan publik.
Menurutnya, banyak rekan-rekannya yang menandai akun medsos miliknya terkait kabar soal kasus lembaga filantropi itu.
“Kasus ACT (Aksi Cepat Tanggap) lagi viral di media massa dan media sosial, dan banyak teman-teman saya yang men-tag saya di postingan-postingannya,” ujar Ikhsan Ali.
Ikhsan pun mengatakan, akunnya kerap ditandai oleh teman-temannya itu lantaran sejak dulu ia sering mengembor-gemborkan penyelewengan ACT kepada rekan-rekannya itu.
“Dikarenakan memang sejak dahulu kala saya sering menggembor-gemborkan penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan oleh lembaga ini kepada teman-teman saya,” tuturnya.
Ia pun mengaku, semasa SD dirinya pernah satu sekolah dengan anak dari Presiden ACT. Oleh karenanya, dia mengetahui persis silsilah keluarga dari petinggi lembaga itu.
“Anak dari Presiden ACT ini kebetulan adalah teman saya semasa sekolah dulu. Saya tau rumahnya, saya tahu silsilah keluarganya, bahkan di sekolah saya dulu sering dimasuki doktrin-doktrin sadis yang tidak seharusnya anak seusia saya pqda saat itu menerimanya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ikhsan Ali membeberkan SD tempatnya dulu mengecap pendidikan dasar yakni di MI SDIT. Sekolah itu berada di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.
“Sekolah saya dulu di MI SDIT di daerah pondok benda, pamulang, tangerang selatan,” ungkap Ikhsan.
Saat bersekolah di SD yang bekerjasama dengan ACT tersebut, kata Ikhsan Ali, ia dan teman-teman sekolahnya kerap dicekoki dengan tayangan video sadis pembunuhan atau perang yang terjadi di Palestina.
“Dulu semasa saya SD, setiap tahun kami murid SD tersebut selalu di cekoki tayangan-tayangan video sadis pembunuhan atau perang yang terjadi di Palestina, kami juga didengarkan lagu-lagu perjuangan untuk mendukung Palestina,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
