Ikut Jaga Ketersediaan Pangan, Mahasiswa Polbangtan Melakukan Aktifitas Pengendalian Hama Tanaman Padi

Ikut Jaga Ketersediaan Pangan, Mahasiswa Polbangtan Melakukan Aktifitas Pengendalian Hama Tanaman Padi

R
Polbangtan
Redaksi

Tim Redaksi

Hama dan penyakit merupakan salah satu kendala utama dalam memperoleh produksi yang tinggi dalam budidaya padi sawah dikarenakan gangguannya  sangatlah berimabas pada fase pertumbuhan hingga fase pematangan bulir padi sangat besar sekali pengaruhnya terhadap penurunan hasil panen dan kualitas gabah.

Kegiatan ini salah satunya terjadi di Dusun Bontoloe,Desa Lantang, Kecamatan  Polombangkeng Selatan, Kabupaten Takalar. Rosdiana mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa jurusan penyuluhan pertanian berkelanjutan semester II, membantu petani melakukan penyemprotan dalam proses pengendalian dan penyakit yang menyerang tanaman padi. Selasa, (26/05).

Pendampingan yang dilakukan mahasiswa merupakan upaya khusus pertanian dalam masa pandemi COVID-19 sebagai wujud untuk memberikan motivasi terhadap para petani yang berada lokasi untuk lebih rutin dalam merawat dan memelihara tanaman padi. Kegiatan ini dilakukan sesuai arahan kementerian pertanian untuk seluruh mahasiswa Polbangtan Gowa untuk ikut andil dalam mengawal tersedianya pangan dimasa pandemi Covid 19 ini” ujar Rosdiana.

Rosdiana menjelaskan, bersama Ketua Poktan Bancina, Bapak Sirajuddin bersama anggota kelompoknya dan mahasiswa Polbangtan Gowa melakukan kegiatan penyemprotan hama pada tanaman padi untuk memberikan asupan  unsur hara mikro dan sekaligus mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi. Penyemprotan di lakukan pada saat stomata  (mulut daun) terbuka yakni di pagi hari hingga jam 09.00 dan sore hari mulai dari jam 15.30 hingga jam 17.00 WITA.

Sebab ketika stomata terbuka cairan pestisida akan mudah di serap oleh tanaman dan masuk kedalam jaringan tanaman, dengan demikian hama atau penyakit yang menyerang tanaman akan mati ketika hama memakan bagian tersebut,meskipun hama tidak berada di tempat  ketika penyemprotan  dilakukan,” ungkap Rosdiana.

Baca Juga

Sesuai dengen teori dan praktik yang kami dapatkan di kampus, bahwa kegiatan penyemprotan haruslah memperhatikan unsur yakni; tepat Sasaran, tepat dosis, tepat waktu dan tepat cara dengan tujuan agar hasil produksi bisa maksimal.

Sesuai arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL), Peran pemuda khususnya dalam menggenjot ketersediaan pangan memang sangat dibutuhkan ditengah pandemi Covid-19 ini. Adanya pandemic Covid-19 tidak serta membuat kegiatan  pertanian  berhenti. Aktivitas pertanian harus berlanjut. Pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok pangan nasional tetap semangat berproduksi.

Hal ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo bahwa pertanian tetap harus terus berproduksi. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi pun mengatakan ini di berbagai kesempatan.

Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama, “Jangan lupa untuk tetap perhatikan protokol penanganan covid 19 di lapangan,” jelas Dedi. (MUZ).

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.