Ikut Selidiki Pembunuhan Subang, Pakar Kasus Sianida: Ini Lebih Parah

Ikut Selidiki Pembunuhan Subang, Pakar Kasus Sianida: Ini Lebih Parah

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Penyelidikan kasus pembunuhan Subang hingga saat ini belum juga selesai. Lantaran penasaran, pakar yang sempat ikut menyelidiki kasus kopi sianida, Poppy Amalya akhirnya ikut turun tangan.

Pakar yang pernah menyelidiki kasus kopi sianida yang menghebohkan publik pada 2016 silam itu, menyebut bahwa perkara pembunuhan Subang lebih rumit dari kasus itu.

Lantaran penasaran, Poppy Amalya pun mendatangi sejumlah saksi dari kasus pembunuhan yang menewaskan ibu dan anak tersebut.

Menurutnya, kesulitan pengungkapan kasus pembunuhan itu lantaran bukti-bukti yang belum kuat. Kemudian, kata Poppy, aparat juga tak bisa sembarangan menetapkan siapa pembunuh ibu dan anak, Tuti-Amel tersebut.

“Kalau kesulitannya untuk mengungkapkan adalah pencarian bukti-bukti, kemudian juga harus disinkronkan, enggak bisa sembarangan,” ujar Poppy Amalya.

Baca Juga

Hal itu disampaikan pakar mikro ekspresi tersebut saat diwawancara Kompas TV, seperti dilihat pada Selasa 21 September 2021.

Adapun pensinkronan yang dimaksud Poppy yakni semua hal terkait keterangan saksi, A, B, C, dan sebagainya sehingga menjadi tepat dalam rangkaian dan urutan kejadian.

Menurutnya, hal itu penting agar pihak kepolisian  bisa tepat dalam menetapkan tersangka kasus pembunuhan Subang tersebut.

Selain itu, ia juga menilai pendekatan bukti harus dilakukan polisi dan bukannya hanya berdasarkan pengakuan saksi. Maka dari itu, Poppy beranggapan polisi perlu bekerja keras untuk mencari semua hal yang ada.

“Saya enggak tahu apa yang terjadi di TKP, siapa yang lihat, itu semua minim banget. CCTV juga sebelumnya tidak terlihat, termasuk sidik jari. Berarti kini DNA-nya, sebab kalau salah ambil kesimpulan, bisa membahayakan Polisi,” tuturnya.

Poppy sendiri mengaku sudah mewawancarai para saksi di kasus pembunuhan Subang. Dan hasilnya, ia meyakini kalau pembunuhnya adalah orang dekat.

“Suspectnya yang bolak-balik masuk, yang sering ke situ. Orang terdekat ini sebenarnya bisa macam-macam, karena bisa dari keluarga, teman dekat, sahabat dekat, dan dia yang kenal secara personal,” ungkapnya.

Mengutip Hops.id, pakar ekspresi tersebut juga membeberkan bahwa kasus pembunuhan Subang lebih rumit dibanding kasus kopi sianida.

“Kalau sianida yang sempat saya handel dan bantu keluarga itu, saksinya banyak, CCTV ada. Bahkan orangtua korban sampai ke Australia untuk membedah CCTV sampai ngezoom 32 kali,” kata Poppy Amalya.

Bahkan, menurut Poppy, kasus pembunuhan Subang itu lebih parah dibanding kasus sianida karena bukti sangat minim termasuk rekaman CCTV.

“Lah ini lebih parah lagi, menurut saya lebih ngejelimet. Bingung enggak pada tahu. Makanya Polisi enggak boleh asal, dan super ekstra melakukan pelacakan, sampai semua alat dikerahkan. Tapi saya yakin moga-moga Polisi bisa membongkar kasus ini. Saya yakin,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.