Ilmuwan Ingatkan Waspada Penularan Virus Hendra, Penyakit Apa Lagi Ini?

Terkini.id, Jakarta – Belum selesai wabah virus COVID-19 dan hepatitis akut yang misterius, belakangan ancaman virus baru telah terdeteksi.

Peneliti Griffith University Australia telah menemukan varian virus Hendra baru yang bisa menular ke kuda dan manusia. 

Infeksi virus Hendra (HeV) adalah zoonosis penyakit yang dapat ditularkan ke manusia dari hewan. Diketahui penyakit ini sempat muncul pada tahun 1994 dan 2016.

Baca Juga: Update Covid-19 Sabtu 25 Juni, Tambah 1.831 Kasus Baru

Diterbitkan dalam jurnal Emerging Infectious Disease, varian baru virus Hendra terdeteksi dalam urin kelelawar berkepala hitam dan abu-abu, yang tersebar di Australia bagian utara-tengah New South Wales hingga Queensland tenggara.

O/Hasil studi kami dengan meneliti spesies kelelawar tertentu, mengungkapkan bagaimana varian virus ini menular ke kuda dan manusia,” kata pemimpin penelitian dr Alison Peel dari Pusat Kesehatan dan Keamanan Pangan, dikutip situs resmi Griffith University, Jumat 

Baca Juga: Update Covid-19 Kamis 23 Juni, Tambah 1.907 Kasus Baru

“Perkembangan kelelawar berkepala abu-abu di wilayah New South Wales, Victoria dan Australia Selatan, biasanya tidak dianggap berisiko tinggi untuk menularkan virus Hendra. Tetapi bukti terbaru menunjukkan ada risiko penularan virus Hendra pada kuda dan pengasuhnya (manusia).”

Baca juga: Muncul Dugaan Hepatitis Misterius Disebabkan Paracetamol, Ini Faktanya

Virus Hendra merupakan patogen yang bersirkulasi secara alami dalam tubuh kelelawar. Infeksi virus Hendra asli dari kelelawar ke kuda sebesar 65 kali dan empat dari tujuh orang yang terinfeksi, meninggal dunia.

Baca Juga: Update Covid-19 Kamis 23 Juni, Tambah 1.907 Kasus Baru

“Varian HeV-g2 terdeteksi berkembang di semua musim, namun dominan pada bulan-bulan yang lebih dingin antara akhir Mei hingga akhir Agustus,” kata dr Peel.

Penelitian terbaru ini diharapkan dapat membantu para pemilik kuda dan dokter hewan untuk mempertimbangkan risiko virus Hendra, sehingga dapat mengambil langkah mitigasi penyebaran virus.

Bagikan