Terkini.id, Jakarta – Perayaan tahun baru Imlek sudah dekat. Hari tersebut pastinya sudah ditunggu-tunggu oleh penganutnya yakni orang Chinese atau warga Tionghoa.
Imlek pada tahun 2021 jatuh pada tanggal 12 Februari 2021 mendatang. Tahun baru Imlek 2021 atau 2572 ini telah menandai masuknya tahun bagi Shio Kerbau Logam.
Di Indonesia, perayaaan Imlek tahun ini dirayakan secara berbeda, karena sedang dalam kondisi pandemi Covid-19. Namun, hal ini tidak mengurangi esensi dari perayaan tahun baru Imlek
Dikutip dari Suara.com jaringan terkini.id, Ketua Panitia Imlek Nasional bekata G Sulistiyanto Imlek tahun ini nuansa kesederhanaan, pemanfaatan teknologi serta penerapan protokol kesehatan akan kuat terasa tahun ini.
“Sudah dapat dipastikan perayaan Imlek tahun ini akan dirayakan secara sederhana,” bebernya.
- Jaga Ketahanan Pangan, Bupati Jeneponto Hadiri Rakor Penetapan LP2B
- Perkuat Kriya Lokal Luwu Timur, PT Vale Hadirkan Anyaman Teduhu di Ajang Dekranas yang Dipusatkan di Makassar
- Suriana Raih Gelar Doktor Ilmu Pendidikan Bahasa dengan IPK Sempurna 4,0
- Munafri Hadiri Haul 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary, Dorong Aktualisasi Keteladanan dalam Pembangunan Kota
- Dewan Soroti Utang Rp211 Juta untuk Bendung Lalengrie Bone: Sampai Sekarang Tidak Beroperasi
Perayaan Imlek Nasional tahun 2021 mengusung tema “Untukmu Negeri, Kami Berbakti dan Peduli” ini akan digelar secara virtual pada 20 Februari 2021 pukul 10.00 WIB.
Tidak hanya itu, peryaan ini juga akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, para menteri Kabinet Indonesia Maju, serta pejabat pemerintah dan para tokoh masyarakat ini diharapkan menjadi simbolisasi kepedulian terhadap sesama.
Sulistiyanto juga berkata bahwa perayaan Imlek tahun ini akan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan.
Dengan menjalankan protokol kesehatan merupakan salah satu wujud kepedulian kita terhadap sesama manusia.
“Pandemi menjadi kesempatan kami untuk saling peduli dan mendukung melalui banyak cara, memulainya dari diri sendiri. Mengenakan masker dengan baik, dan menghindari kerumunan misalnya, adalah wujud cinta kasih kepada diri sendiri dan lingkungan sekitar,”terangnya.
“Kami percaya kita dapat melakukannya tanpa kehilangan makna dari Tahun Baru Imlek tersebut,” sambung Sulistiyanto.
Tak hanya itu, bentuk kepedulian lain yang dirangkaikan dengan perayaan tahun baru Imlek ini adalah penyaluran bantuan sosial kemanusiaan berupa beras serta masker di sejumlah wilayan di Nusantara, dan akan berlanjut hingga sekian bulan ke depan.
Walaupun di tengah pandemi Covid-19, bukanlah menjadi alasan berkurangnya kasih dan kepedulian terhadap sesama manusia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
