Anies Sebut Pribumi, Indikator Politik: Jokowi Dianggap Berpihak ke Asing

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi membeberkan bahwa figur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbeda dengan Presiden Jokowi, viral di media sosial.

Video pernyataan pihak Indikator Politik terkait perbedaan figur antara Anies Baswedan dan Presiden Jokowi itu viral usai diunggah pengguna Twitter BossTemlen, seperti dilihat pada Selasa 17 Mei 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyimpulkan pendapat Burhanuddin Muhtadi soal diksi ‘pribumi’ yang sempat dilontarkan Anies dalam pidatonya saat dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga: Sebut Potensi Jokowi Cukup Besar di Formula E, Rocky Gerung:...

“Menurut BM dalam video ini, diksi “pribumi” yang disampaikan Anies Baswedan saat pelantikan tiada lain adalah sebagai bentuk SATIR bagi pemimpin negara yang seolah-olah terlalu berpihak kepada pihak asing,” cuit netizen BossTemlen.

Dilihat dari video itu, tampak Direktur Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi menyebut jika publik ingin mencari figur yang berbeda dengan Jokowi maka Anies Baswedanlah orangnya.

Baca Juga: Dulu Anti Anies, Pendukung Jokowi Sadar: Dia Mampu Menata Kota

“Kalau publik mencari figur yang kontras dengan Pak Jokowi sebagai Presiden saat ini, seharusnya Pak Anies Baswedan yang menang dalam survei-survei,” ujar Burhanuddin.

Pasalnya, menurut Burhanuddin, dari sejumlah tokoh yang muncul dalam bursa Capres 2024 Anies adalah sosok yang punya karakter paling beda dengan Jokowi.

“Mengapa Anies Baswedan? Dari tokoh-tokoh yang muncul sebagai calon pemimpin nasional 2024, Anies yang paling punya karakteristik berbeda dengan Jokowi,” ungkapnya.

Baca Juga: Dulu Anti Anies, Pendukung Jokowi Sadar: Dia Mampu Menata Kota

Menurutnya, Anies tampil sebagai sosok yang sangat presidensial dengan kerap berbicara di forum internasional meskipun kapasitasnya hanya level gubernur.

“Beliau tampil sebagai sosok yang sangat presidenial, berbicara depan para pemimpin dunia meskipun level beliau gubernur tapi sering kali tampil di konvensi internasional,” tuturnya.

Dalam forum internasional itu, kata Burhanuddin, Anies memberi kesan berbeda dengan Jokowi yang memiliki keterbatasan kosa kata dalam bahasa Inggris.

“Seolah ingin mengesankan bahwa Anies ini berbeda dengan Pak Jokowi yang memiliki keterbatasan kosa kata dalam bahasa Inggris, dari sisi diskusi, wacana,” jelasnya.

Selain itu, Burhanuddin Muhtadi juga menyinggung soal diksi pribumi yang sempat dilontarkan Anies dalam pidatonya saat dilantik menjadi gubernur.

“Dari menit pertama ketika Anies dilantik jadi gubernur Jakarta, Anies memberi difrensiasi berbeda dengan Pak Jokowi. Apa itu? Anies menyebut kata ‘pribumi’ dalam pidatonya,” kata Burhanuddin.

Menurut Direktur Lembaga Survei Indikator Politik ini, diksi pribumi yang dilontarkan Anies Baswedan itu merupakan sinyal bahwa dia ramah dengan pribumi. Hal itu, menurutnya berbeda dengan Jokowi yang dikesankan lebih mementingkan pihak asing.

“Dia ingin memberikan sinyal yang membedakan dia dengan presiden saat ini yang diasosiasikan dikesankan kurang begitu friendly (ramah) terhadap pribumi dan dianggap seolah-olah mementingkan kepentingan asing,” ujarnya.

Bagikan