Namun demikian, FIFA sendiri sama sekali tidak menyinggung peristiwa bom bali, terorisme atau Israel.
Organisasi itu justru menyoroti tragedi Kanjuruhan yang menelan korban ratusan orang.
Patut dicatat, hingga kini belum dapat dipastikan secara jelas alasan utama FIFA mencabut status tuan rumah Piala Dunia U-20.
Untuk diingat kembali, tragedi bom Bali 2002 jadi salah satu aksi terorisme paling besar di dunia.
bom meledak dalam waktu yang berdekatan. Dua ledakan pertama terjadi di dua kelab kawasan Legian, Kuta, Bali.
Sementara, satu bom meledak di dekat kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat.
Aksi terorisme ini menelan korban 203 orang meninggal dunia dan 209 orang luka-luka.
Respon Erick Thohir
Erick Thohir, sebagai Ketua Umum PSSI, menyatakan bahwa dia sudah berusaha maksimal untuk menyelenggarakan Piala Dunia U-20 di Indonesia saat ia bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Doha, Qatar pada hari Rabu kemarin.
Meskipun begitu, PSSI harus tunduk pada keputusan FIFA yang mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Erick Thohir mengatakan bahwa keputusan FIFA tidak dapat ditolak dan harus dihormati.
Selain pencoretan status sebagai tuan rumah, Indonesia juga berpotensi menerima sanksi dari FIFA.
Erick Thohir meminta semua pihak untuk mengambil hikmah dari kejadian ini dan bekerja lebih keras untuk melakukan transformasi sepak bola menjadi lebih bersih dan berprestasi.
Penolakan terhadap keikutsertaan Timnas Israel sebagai salah satu peserta Piala Dunia U-20 menjadi bahan diskusi banyak pihak.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
