Ingatkan Prabowo, Pakar: Sejarah Politik Indonesia Penuh Pengkhianatan

Ingatkan Prabowo, Pakar: Sejarah Politik Indonesia Penuh Pengkhianatan

Sukma A

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Seorang analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun menanggapi perihal adanya Perjanjian Batu Tulis II antara Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.

Ubedilah memperingatkan Prabowo terkait sejarah dunia politik di Indonesia.

Menurut Ubedilah, banyak pengkhianatan yang terjadi, terlebih untuk bagian pembagian kekuasaan.

“Catatan sejarah politik Indonesia itu selalu ada penghianatan,” ujar Ubedilah, dikutip dari Rmol oleh terkini.id, Rabu 26 Mei 2021.

“Dari soal yang sifatnya ideologis sampai yang sifatnya pragmatis, misalnya soal jatah menteri sampai soal pencapresan. Termasuk dalam soal pencapresan Prabowo dalam kisah perjanjian Batu Tulis,” lanjutnya.

Baca Juga

Ubedilah lebih lanjut memberikan contoh pengkhianatan antara para politisi yang kerap terjadi.

Banyak para poltisi yang nekat menjerumuskan lawan politiknya dengan menggunakan isu korupsi atau kasus lainnya demi melengserkan sang lawan.

Oleh karena itu, Ubedilah mengingatkan Prabowo tentang catatan kelam dalam dunia perpolitikan di Indonesia.

Prabowo diminta untuk mewasapadai saat memilih untuk bekerja sama dengan partai politik yang memiliki pandangan yang berbeda.

“Saya kira semua politisi mesti hati-hati dalam berpolitik dan membangun koalisi dengan partai yang memiliki budaya dan ideologi yang berbeda. Termasuk Prabowo,” kata Ubedilah.

Sebelumnya, Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri dikabarkan telah menandatangani surat Perjanjian Batu Tulis II.

Menurut kabar yang beredar, perjanjian tersebut membahas mengenai paket calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) di Pemilu 2024.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.