Terkini.id, Jakarta – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada Minggu malam menyampaikan, para pejabat Ukraina bernegosiasi dengan rekan-rekan mereka dari Rusia untuk memastikan pembicaraan langsung antara para pemimpin negara yang bisa mengarah pada perdamaian.
Putaran berikutnya dari pembicaraan tentang perang di Ukraina antara kedua tetangga tersebut dijadwalkan pada Senin pagi ini, melalui tautan video.
Meskipun para pejabat telah memberikan penilaian optimis akhir-akhir ini, hasil positif dari negosiasi belum muncul.
Disebutkan, Ukraina telah berulang kali menyerukan pembicaraan langsung antara Zelenskiy dan Presiden Rusia Vladimir Putin, menunjuk pemimpin Rusia sebagai orang yang membuat semua keputusan akhir.
“Delegasi kami memiliki tugas yang jelas -melakukan segalanya untuk memastikan pertemuan para presiden. Pertemuan yang saya yakin orang-orang tunggu,” kata Zelenskiy dalam pidato video hariannya.
- Putin Ungkap Tidak Akan Menyerah Pada Upaya Barat Gunakan Ukraina Untuk Hancurkan Rusia
- Volodymyr Zelensky Nyatakan Terus Lawan Rusia Sampai Menang
- Rusia Tolak Mentah 10 Poin Usulan Perdamaian Zelensky
- Ukraina Temukan Kuburan Massal Lebih dari 440 Jenazah Setelah Berhasil Mengusir Pasukan Rusia di Izium
- Presiden Ukraina Dikabarkan Kecelakaan, Juru Bicaranya Bilang Begini
“Jelas ini adalah cerita yang sulit. Jalan yang sulit. Tapi jalan ini diperlukan. Dan tujuan kami adalah agar Ukraina mendapatkan hasil yang diperlukan dalam perjuangan ini, dalam pekerjaan negosiasi ini. Diperlukan untuk perdamaian. Dan untuk keamanan.”
Rusia telah mengatakan sebelumnya bahwa Kremlin tidak akan menolak pertemuan semacam itu untuk membahas masalah “spesifik”, tetapi belum ada rincian lebih lanjut.
Pada hari Minggu, rentetan rudal Rusia menghantam pangkalan besar Ukraina di dekat perbatasan dengan anggota NATO Polandia pada hari Minggu, menewaskan 35 orang dan melukai 134, dalam eskalasi perang di barat negara itu saat pertempuran berkecamuk di tempat lain.
Ukraina telah menyampaikan sebelumnya bahwa pihaknya bersedia untuk bernegosiasi dengan Rusia, tetapi tidak menyerah dalam konflik tersebut. Ribuan orang tewas dan lebih dari 2,5 juta orang mengungsi sejak perang dimulai.
Tiga putaran pembicaraan antara kedua belah pihak di Belarusia, terakhir Senin lalu, telah difokuskan terutama pada isu-isu kemanusiaan dan menyebabkan pembukaan terbatas beberapa koridor bagi warga sipil untuk menghindari pertempuran.
Putin mengatakan pada hari Jumat ada beberapa “perubahan positif” dalam pembicaraan tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut.
Pembicaraan antara menteri luar negeri Rusia dan Ukraina tidak menghasilkan kemajuan nyata menuju gencatan senjata Kamis lalu, tetapi analis mengatakan fakta bahwa mereka bahkan bertemu membuka jendela untuk mengakhiri perang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
