Terkini.id – Dalam rangka penyusunan rencana pengembangan kajian kebencanaan pemulihan ekonomi di Provinsi Bali pada masa pandemi COVID-19, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Kajian Kebencanaan pada Kamis kemarin melalui ruang komunikasi digital.
Kegiatan ini diikuti oleh beragam unsur Pentaheliks yang terdiri dari perwakilan Kementerian Riset dan Teknologi atau Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Forum Perguruan Tinggi PRB (FPT PRB), perwakilan Perguruan Tinggi, serta perwakilan dari dinas-dinas dan praktisi pariwisata di Provinsi Bali.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menyampaikan bahwa menurunnya angka kasus COVID-19 di Provinsi Bali dapat memulihkan kembali perekonomian dengan menjadi destinasi wisata yang bebas COVID-19.
Hal ini sangat penting karena Bali terpilih menjadi tuan rumah Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 yang bisa menunjukan Indonesia siap dan mampu mengelola risiko bencana yang baik di taraf Internasional.
“Menurunkan angka kasus COVID-19 merupakan tanggung jawab bersama. Dengan menurunnya kasus COVID-19 di Bali, kita dapat memulihkan kembali perekonomian dengan menjadikan Bali sebagai destinasi wisata yang bebas COVID-19, terlebih pada tahun 2022 mendatang Bali akan menjadi tuan rumah GPDRR sehingga kita harus menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengelola risiko bencana hingga tingkat internasional,” urai Raditya melalui ruang komunikasi digital.
- Ruang Pintar di Lorong Sungai Cerekang: Menanam Harapan dari Ruang Sempit Kota
- Satgas TMMD ke-128 Bersama Rakyat, Gotong Royong Wujudkan Akses Penghubung Dua Desa
- Harapan dan Ironi di Balik Menu MBG, Ketika Solusi Gizi Berubah Menjadi Ancaman Kesehatan di Jeneponto
- Rakor Bersama Forkopimda, Wali Kota Makassar Appi Matangkan Pengamanan May Day Fest 2026
- Rinnai Luncurkan Kompor Pintar di Makassar, Jawab Kebutuhan Dapur Masa Kini
Pada kesempatan yang sama, Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, Dr. Ir. Udrekh, SE., MSc., menjelaskan terkait konsep kajian kebencanaan yang akan dilaksanakan untuk mengkaji permasalahan ekonomi dan pariwisata di Provinsi Bali, yang mana perguruan tinggi diharapkan dapat menggandeng peran masyarakat dan mitra terkait untuk berkolaborasi menghasilkan rekomendasi penelitian tepat sasaran sesuai dengan permasalahan.
“Kita harus bisa memetakan permasalahan di Provinsi Bali secara holistik agar tidak sulit mengatasi pandemi COVID-19 ini, bagaimana mengatasi COVID-19 di Bali dengan pendekatan kajian, sehingga semua pemangku kepentingan dapat menggunakan hasil kajian ini untuk bangkit dan siap menjadi tuan rumah GPDRR Tahun 2022 sekaligus diharapkan program ini nantinya berhasil mendorong industri pariwisata kembali seperti semula,” kata Udrekh.
Salah satu Praktisi Akademisi I Nyoman Surja juga mengungkapkan sudah ada beberapa dukungan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2020 dalam memaksimalkan penanganan COVID-19 di Provinsi Bali.
“Beragam upaya penanganan COVID-19 di Provinsi Bali telah dilakukan pada tahun 2020 seperti melalui pemberdayaan masyarakat di bidang UMKM, pengembangan wisata agro, dan penelitian identifikasi bahaya pada daerah pengembangan budaya bali,” jelas Nyoman.
“Akademisi juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan KKN PPM atau Tematik Tahun 2021 dengan tema penguatan kapasitas desa dan masyarakat untuk pemulihan kesehatan, ketahanan pangan, dan sosial ekonomi,” lanjut Nyoman.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
