Ini Cara BNPB Pulihan Ekonomi di Provinsi Bali

Ini Cara BNPB Pulihan Ekonomi di Provinsi Bali

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Selain itu, Praktisi Pariwisata I Made Mendra Astawa juga mengatakan Bali memiliki daya tarik tersendiri yang terbukti dari tahun ke tahun, Bali bertahan sebagai salah satu tujuan wisata dunia walaupun terdampak pandemi COVID-19. 

“Walaupun dihadapkan dengan COVID-19, Bali selalu menjadi tujuan wisata dunia, oleh karena itu kita harus segera memikirkan bagaimana caranya ekonomi Bali bisa bangkit kembali,”tandasnya. 

“Pengembangan desa wisata merupakan salah satu strategi untuk memulihkan perekonomian Bali dengan CHSE, quality tourism dan sustainable tourism,” lanjut Mendra.

“Ekonomi kreatif tidak harus dari luar, bisa dari lokal yang memiliki daya dongkrak besar dan didukung oleh berbagai pihak,” tambah Mendra.

Begitu pula dari sisi perspektif pengusaha, salah satu pengusaha asal Bali, Ajik Krisna menyatakan bahwa dampak dari COVID-19 ini cukup signifikan dirasakan oleh para pelaku usaha di Provinsi Bali.

Baca Juga

“Beberapa outlet usaha KRISNA ditutup secara permanen dan penjualannya hanya 36 persen. Salah satu strategi yang kami lakukan selama pandemi adalah memasarkan produk secara online, hanya saja UMKM di bawah binaan kami masih banyak yang belum mengenal teknologi,” ungkap Ajik Krisna.

Pada akhir sesi diskusi, Udrekh menambahkan untuk dapat mendorong program “Bali Kembali” semua pihak yang terlibat harus dapat memahami berbagai perspektif dan sudut pandang. 

“Diharapkan diskusi yang melibatkan berbagai pihak dalam unsur Pentaheliks ini dapat terus berlanjut dan dapat menghasilkan kebijakan yang sesuai dengan kondisi akar masalah,” tutur Udrekh. 

“Tentunya hal ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk bisa menyelenggarakan perhelatan dunia dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pemulihan ekonomi dan pariwisata di Provinsi Bali,” tutup Udrekh.

Dalam rangkaian kegiatan FGD ini turut dilakukan survei awal terhadap seluruh peserta untuk menggali sektor dan topik permasalahan ekonomi dan pariwisata di Provinsi Bali.

Hasil survei ini menunjukan bahwa sektor pariwisata, ekonomi, perhotelan, UMKM, ekonomi kreatif, dan perdagangan menjadi sektor paling terdampak COVID-19. 

Beberapa usulan topik yang diusulkan peserta di antaranya adalah liburan yang aman di tengah pandemi, ekonomi digital, pengelolaan wisata yang aman COVID-19, resilience tourism, dan pemberdayaan agrikultur Bali. 

Selain itu, peserta diskusi juga banyak mengusulkan mitra yang perlu dilibatkan dalam penelitian di antaranya adalah UMKM, lembaga usaha, perguruan tinggi, dinas daerah, lembaga adat, dan masyarakat.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.